Showing posts with label Ramadhan. Show all posts
Showing posts with label Ramadhan. Show all posts

Saturday, July 4, 2015

Bikin dosa tapi malah dapat rezeki (keteladanan dari Rasul)

ejadian dosa tapi menggelikan dan berakhir rezeki.... Subhanallah. Setelah membaca riwayat ini, begitu indahnya ajaran Islam itu dan betapa agung serta arifnya Rasulullah. Bagaimana bisa orang-rang melakukan fitnah atas diri beliau yang mulia itu.




Seorang laki-laki datang kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wasalam lalu berkata; "Celaka aku." Beliau bersabda: "Apa yang menjadikan engkau celaka?" dia berkata; "Aku telah bersetubuh dengan istriku di siang hari ramadlan."


Beliau bersabda: "Apakah engkau mempunyai seorang budak (untuk dibebaskan)?" "Tidak." Jawabnya.


Beliau bersabda: "Mampukah engkau jika harus puasa selama dua bulan berturut-turut?" "Tidak", Jawabnya.


Beliau bersabda: "Mampukah engkau jika harus memberi makan enam puluh fakir miskin?" "Tidak", jawabnya.


Beliau bersabda: "Duduklah." Maka didatangkanlah kepada beliau sekeranjang besar berisi kurma. Beliau bersabda: "Bersedekahlah dengan ini." Dia berkata; "Tidak ada orang yang paling miskin di antara dua lembah ini kecuali aku."Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasalam tertawa, lalu beliau bersabda: "Berikanlah ini kepada keluargamu." (Kisah ini terdapat pada Musnad Imam Ahmad no hadist 6989).




Teladan apa yang dapat kita ambil? Coba bandingkan sama kita sajalah.


Jangan-jangan itu orang kita hardik, udahlah miskin, makan juga susah eh bikin dosa lagi, dosanya yang nikmat pula buat dia, pas diminta menebus pelanggarannya itu dengan cara mengganti berpuasa 2 bulan berturut-turut ia gak mampu, diminta ngasih makan fakir miskin sebanyak 60 orang apalagi.... sini tak gebuk dulu deh panjenengan...hahaha.... MasyaAllah, ini tidak demikian faktanya. Sama Rasul orang itu malah dikasih sekeranjang kurma dan disuruhnya untuk diberikan sama keluarganya itu dirumah. Luar biasa sekali indahnya keteladanan beliau.


Kajian singkat, Sabtu siang 17 Romadhon 1436H.


Armansyah.



Friday, July 3, 2015

Sebaik-baiknya aku, masih lebih baik kamu...

Seorang sahabat beberapa waktu lalu mengajarkan pesan bijak untuk bermuhasabah diri terkait dosa dan amal sholeh: "Sebaik-baiknya aku, masih lebih baik kamu. Seburuk-buruknya kamu, masih lebih buruk aku". Allahu Akbar.


Semoga kita tetap menjadi pribadi yang merunduk, hamba Allah yang taat dalam kepatuhannya kepada sang Maha Pencipta karena memang tak ada yang perlu kita sombongkan didunia ini, aib kita banyak, dosa kita menumpuk, cuma karena belas kasih Allah saja semua tidak terungkap kepada semua orang.




Jikapun kita saat ini punya harta, punya kedudukan,memiliki ilmu pengetahuan, kemampuan .... bahkan kita memiliki nyawa yang sekarang sedang bersarang didalam badan maka ingatlah bahwa itu semua sejatinya adalah milik Allah. Semua pasti akan diminta-Nya kembali, semua akan ditagih pertanggung jawabannya.


Alangkah ruginya diri yang tak pernah mau menyesali waktunya yang terbuang hanya untuk urusan duniawi dan melalaikan ukhrowinya padahal kita pasti akan mati. Fisik ini cuma sekedar menanti antrian giliran untuk dikafankan dan ditanam.


Palembang 16 Romadhon 1436H.
Hamba Allah, Dzurriyat Rasul-Nya.
Mgs. Armansyah Azmatkhan Ba'alawi Al-Husaini



Kita dan al-Qur'an

Sebagian orang malas membaca al-Qur'an padahal didalamnya terdapat petunjuk untuk hidup didunia dan mempersiapkan bekal buat akhiratnya.


Sebagian orang merasa tidak punya waktu untuk membaca al-Qur'an meskipun dia selalu punya waktu untuk membaca buku-buku keduniawiyan lainnya, padahal buku-buku itu ditulis oleh manusia sedangkan al-Qur'an adalah kalam Allah.


Sebagian orang merasa tidak sanggup belajar al-Qur'an karena sulit katanya, padahal terbata-bata dalam membacanyapun dihitung dengan ganjaran pahala, apalagi sampai mengamalkannya.




Lalu... dimanakah posisi kita.... apakah kita ada disebagian orang tersebut tadi?


‪#‎introspeksi‬


Armansyah. Palembang
14 Romadhon 1436H.



Romadhon, kesabaran dan jihad

Romadhon adalah bulan suci karena didalamnya diturunkan wahyu al-Qur'an yang menjadi the final revelation as a guidance for the human being. Romadhon adalah bulan kontemplasi diri sebab umat diperintahkan untuk dapat mengendalikan dirinya tidak hanya terhadap perilaku yang harom namun juga mengendalikan sejumlah perbuatan halal hingga tiba batas waktunya.


Meski demikian, Romadhon tidak dapat menjadi alasan untuk mencegah diri dari beramar ma'ruf nahi munkar. Kadang orang sengaja menyusupkan pemahaman keliru tentang makna kesabaran dibulan romadhon. Faktanya sesuai sirah Nabawiyah dan tarikh para Khilafah justru ada sejumlah peperangan suci yang notabene dilakukan pada bulan Romadhon. Artinya apa?




Romadhon juga bulan jihad terhadap kejahatan, ketidakadilan serta ketidakbenaran. Jihad dapat diwujudkan dalam bentuk fisik seperti di Suriah, Gaza, Rohingya dan sejumlah tempat lainnya, jihad dapat pula dimaknai dalam bentuk aktivitas seperti menyedekahkan harta, tenaga, waktu, ilmu dan pikiran demi kemaslahatan umat dan terminimalisirnya ekses negatif yang bisa ditimbulkan oleh para pelakunya.


Armansyah, 13 Romadhon 1436H
Palembang Darussalam.



Tuesday, June 23, 2015

Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih (Referensi anti pemurtadan)

Tahun 2006, James D. Tabor, seorang pakar biblika jebolan University of Chicago mengeluarkan buku berjudul "The Jesus Dynasty". Buku tersebut pada dasarnya merupakan kesimpulan risetnya terhadap sekumpulan peti mati yang ditemukan di Talpiot yang memiliki inkripsi Yesus serta sejumlah nama-nama keluarga beliau. James D. Tabor lalu menyebutkan bahwa ini menjadi sebuah fakta yang tidak terbantahkan bila yesus hanyalah manusia biasa yang kemudian mengalami kematian secara wajar dibumi setelah sebelumnya melakukan pernikahan serta berketurunan. Tidak berbeda jauh dengan uraian Barbara Thiering dalam buku "Jesus the man" dan Michael Baigent melalui "The Holy Blood and The Holy Grail" atau juga Da Vinci Code-nya Dan Brown yang pada tahun-tahun itu membuat heboh dunia kekristenan.


Secara umum pandangan demikian tidaklah begitu saya permasalahkan sebab saya secara pribadi juga berdasarkan surah Ali Imron ayat 144, surah ar-Ra'ad ayat 38 maupun surah Ali Imron ayat 36 memiliki pemahaman yang tidak berbeda. Sebagaimana juga pendapat ini diamini oleh kristolog Sanihu Munir, Irena Handono-Full, Ahmad Deedat serta lainnya.


Sesuatu yang disatu sisi bisa dianggap menyelisihi paham yang berkembang secara umum dimasyarakat Islam dengan keyakinan mereka bahwa Nabi 'Isa sampai hari ini masih hidup.


Namun terlepas dari itu, rasa keagamaan saya tersinggung manakala James D. Tabor menyatakan bahwa yesus merupakan anak haram hasil perzinahan Maryam dengan seorang tentara Romawi bernama Julius Abdes Pantera. Bukan itu saja, James D. Tabor lebih jauh merujuk arti pantera sebagai pelacur, sehingga dimaknailah yesus sebagai anak pelacur.


Tuduhan keji atas pribadi Maryam yang sangat dihormati oleh al-Qur'an dan disebut dalam surah at-Tahrim ayat 12 selaku wanita baik-baik yang sangat menjaga kehormatan dirinya. Sebuah tuduhan yang juga dulunya pernah dialamatkan oleh orang-orang yahudi terhadap Maryam sebagaimana ditemukan pada surah Maryam ayat 28 dan surah an-Nisaa ayat 156.


Akhir tahun 2007 terbitlah secara nasional buku kajian lintas madzhab dan agama pertama saya hasil kerjasama dengan penerbit Restu Agung Jakarta berjudul "Rekonstruksi sejarah Isa al-Masih: Sebuah pelurusan sejarah dan jawaban untuk Dinasti Yesus". Melalui buku setebal 356 halaman ini saya secara panjang lebar memberikan bantahan dari sumber-sumber biblika sendiri dan tentu saja al-Qur'anul Karim terhadap fitnah James D. Tabor pada diri perawan suci Maryam beserta putranya, Nabi 'Isa al-Masih.


rsia



Saya juga dikesempatan itu ikut membahas sejumlah teori lain terkait seperti kenaikan 'Isa kelangit, isyu ketuhanannya yang diklaim oleh umat kristiani, hingga teori-teori kontemporer seperti wafatnya Nabi 'Isa di Venus.


Buku ini saya buka dengan pembahasan awal proses kehamilan bunda Maryam hingga masa remaja Nabi 'Isa yang sering bepergian bersama paman ibunya bernama Yusuf dari Arimatea dalam rangka berdakwah Tauhid kepada suku-suku yang hilang dari bani Israel (the lost tribes). Buku ini juga mencakup bahasan teori pernikahan hingga wafatnya beliau berdasar kitabullah serta data-data arkeologi maupun cerita lisan yang ada dibeberapa lokasi didunia yang memang sampai hari ini masih dijumpai masyarakat yang menyebut diri mereka sebagai keturunan bani Israel Diaspora non Yahudi.


Buku pertama saya tersebut mendapat pengantar dari pengelola situs Swara Muslim, bpk. Singgih Gozali dan bpk. Masyhud S.M dari Dewan Pakar FAKTA (Forum Anti Gerakan Pemurtadan). Sebuah buku yang mungkin dapat menjadi referensi tambahan bagi para kristolog, asatidz hingga mereka-mereka yang berkecimpung dalam kajian perbandingan agama. Sama seperti rekomendasi saya terhadap buku The Five Gospels dan Misquoting Jesus dua hari terakhir sebagai bagian dari usaha membentengi akidah Tauhid umat dari pemurtadan khususnya melalui jalur kristenisasi yang marak di tengah generasi muda Islam Indonesia dewasa ini.


Salam dari Palembang Darussalam.
06 Romadhon 1436H.


Armansyah, M.Pd

Murtadin itu pasti bukan karena ilmu!

 

Munculnya kemurtadan pada diri seseorang yang tadinya mengaku sebagai muslim menjadi kafir atau atheis pada hakekatnya dapat diteropong sebagai bentuk ketidakpahaman ia selama ini dibidang agamanya. Akal dan logikanya serta wawasan ilmu agama yang ia miliki selama ini dapat diukur kedangkalannya. Boleh jadi ini bukan semata kesalahannya sepihak. Sebab anak merupakan didikan orang tuanya. Lalu lihatlah bagaimana cara orang tuanya mendidik anak mereka dibidang agama. Kepada siapa orang tua menyerahkan pendidikan keagamaan anak-anak mereka untuk ditempa. Selanjutnya, berapa persen literatur yang sudah disiapkan sebagai bekal pembelajarannya lebih lanjut dalam ilmu agama.


Jika belajar agama cuma terbatas hanya dibangku sekolah atau dibangku pesantren saja lalu selepas itu pembelajaran agama berhenti karena sudah dianggap khotam maka inilah awal bencana kekafirannya. Karena agama ditinjau dari sudut pandang ilmiah merupakan bagian dari ilmu pengetahuan yang semestinya terus digali dan dipelajari. Wabil khusus Islam yang kitab sucinya begitu kompleks dengan rujukan tafsirnya yang sangat beragam dari berbagai ahli fiqh klasik hingga kontemporer. Belum lagi kajian dari sudut ilmu musthalah hadistnya, filsafatnya, perbandingan agamanya dan sebagainya.


Saya percaya sampai rabun mata kita ini atau sampai botak kepala kita menggali ilmu-ilmu agama maka akan semakin banyak hal-hal baru yang kita dapatkan, semakin merasa diri ini belum banyak tahu apa-apa.


Jadi jika ada yang murtad, masih muda pula umurnya.... tak akan lebih dan kurang karena masalah cinta atau harta. Yakin seyakin-yakinnya saya bila kemurtadannya itu bukan atas dasar ilmu. Paling banter juga alasan akhirnya dia bilang dapat petunjuk dari mimpi dan merasa-rasa itu benar. Ya, jika itu urusan rasa-rasa maka akan ada banyak varian rasanya. Mulai dari rasa strawberry, rasa orange, rasa mango dan seterusnya.


Masak urusan agama berdasar rasa-rasa..... akhirnya jadi seperti makanan, ketika dirasa masam, cari rasa yang lebih manis, bosan yang manis, cari rasa yang pedas.


Rasa tanpa periksa ya rusaklah. Iman tanpa ilmu hancur leburlah semua. Doktrin tanpa logika beginilah dia jadinya.


Akhirnya memang segala sesuatu itu kembali lagi pada hidayah. Jika hidayah sudah datang dan ia berjuang untuk menjemputnya maka selamatlah ia dari kekafiran, namun sebaliknya bila hidayah itu datang namun ia malah mendiamkannya saja maka jahannamlah tempat kembalinya.


Semoga Allah senantiasa melindungi kita dari kefakiran iman dan ilmu.


Palembang Darussalam, 20 Juni 2015.
03 Romadhon 1436H
Armansyah