Sunday, October 21, 2012

Abu Hurairah menyembunyikan hadis?

Oleh : Armansyah
صحيح البخاري ١١٧: حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ قَالَ حَدَّثَنِي أَخِي عَنْ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
حَفِظْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وِعَاءَيْنِ فَأَمَّا أَحَدُهُمَا فَبَثَثْتُهُ وَأَمَّا الْآخَرُ فَلَوْ بَثَثْتُهُ قُطِعَ هَذَا الْبُلْعُومُ



Shahih Bukhari 117: Telah menceritakan kepada kami Isma'il berkata, telah menceritakan kepadaku saudaraku dari Ibnu Abu Dzi'b dari Sa'id Al Maqburi dari Abu Hurairah berkata, "Aku menyimpan ilmu (hadits) dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada dua wadah. Yang satu aku sebarkan dan sampaikan, yang satu lagi sekiranya aku sampaikan maka akan terputuslah tenggorokan ini."

 

Bagaimana pendapat teman-teman semua atas apa yang dilakukan oleh Abu Hurairah ini?


Kejadian yang serupa juga pernah terjadi dan dilakukan oleh sahabat Nabi lainnya....



Musnad Ahmad 527: Telah menceritakan kepada kami Hasyim Bin Al Qasim Telah menceritakan kepada kami Laits Telah menceritakan kepada kami Zuhrah Bin Ma'bad Al Qurasyi dari Abu Shalih mantan budak Utsman, dia berkata; aku mendengar Utsman berkata ketika di atas mimbar;


"Wahai manusia, sesungguhnya aku telah menyembunyikan dari kalian sebuah hadits yang pernah aku dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, karena aku khawatir kalian akan berpisah dariku.


Namun kemudian tampaklah bagiku untuk menceritakannya kepada kalian. Hendaknya setiap orang memilih sendiri yang sesuai baginya, aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ribath sehari fi sabilillah lebih baik dari pada seribu hari di tempat lain." Telah menceritakan kepada kami Abu Sa'id mantan budak Bani Hasyim, Telah menceritakan kepada kami Ikrimah Bin Ibrahim Bahili Telah menceritakan kepada kami Abdullah Bin Abdurrahman Bin Abu Dzubab, dan dia menyebutkan haditsnya.

Wednesday, October 17, 2012

Pendaftaran Umroh 2013


Pendaftaran umroh untuk tahun 2013 sudah dibuka bersama saya dan Arminareka Perdana perwakilan Palembang, Jalan Sosial No. 166 Km. 5 Palembang. Silahkan menghubungi saya atau istri untuk informasi lebih lanjut. Sebagai dokumentasi untuk anda, kami sudah menyiapkan album keberangkatan jemaah kami pada bulan April 2012 yang lalu.


Silahkan mengaksesnya di 


http://www.facebook.com/media/set/?set=a.10150717457993444.422463.727558443&type=3


Paket Umroh yang tersedia :


Umrah Standar (9hari) :
1kamar ber4 = USD 1850
1kamar ber2 = USD 1950


Sunday, October 14, 2012

Isi Piagam Madinah

Oleh : Armansyah

Piagam Madinah (Bahasa Arab: صحیفة المدینهshahifatul madinah) juga dikenal dengan sebutan Konstitusi Madinah, ialah sebuah dokumen yang disusun oleh Nabi Muhammad SAW, yang merupakan suatu perjanjian formal antara dirinya dengan semua suku-suku dan kaum-kaum penting di Yathrib (kemudian bernama Madinah) pada tahun 622 Masehi.


Dokumen tersebut disusun sejelas-jelasnya dengan tujuan utama untuk menghentikan pertentangan sengit antara Bani 'Aus dan Bani Khazraj di Madinah. Untuk itu dokumen tersebut menetapkan sejumlah hak-hak dan kewajiban-kewajiban bagi kaum Muslim, kaum Yahudi, dan komunitas penyembah berhala di Madinah; sehingga membuat mereka menjadi suatu kesatuan komunitas, yang dalam bahasa Arab disebut ummah.


Piagam Madinah terdiri dari 47 pasal yang terdiri dari hal Mukaddimah,dilanjutkan oleh hal-hal seputar Pembentukan umat, Persatuan seagama, Persatuan segenap warga negara, Golongan minoritas, Tugas Warga Negara, Perlindungan Negara, Pimpinan Negara, Politik Perdamaian dan penutup.


Disinilah kita bisa melihat peran dan fungsi Muhammad sebagai seorang negarawan sekaligus seorang pemimpin negara yang besar dan berkualitas sepanjang sejarah peradaban manusia, disamping posisi beliau selaku seorang Nabi dan Rasul secara keagamaan. 




Berikut isinya, lengkap dengan teks asli berbahasa Arab :

Thursday, September 6, 2012

Boleh Mengkritik sahabat tetapi jangan menghina mereka!

Boleh Mengkritik sahabat Nabi tapi jangan menghina mereka!
Sebuah kritik pada sebagian pemikiran orang syiah.


Oleh : Armansyah

Perseteruan antar sahabat dimasa lalu, pada hakekatnya telah menjadi fakta sejarah yang tidak mungkin dihindarkan atau ditutup-tutupi. Melakukan kajian dan kritik terhadap mereka dari sisi ilmiah sama sekali bukan hal yang terlarang apalagi berdosa, terutama jika kita memang ingin obyektif dan mencari kebenaran sesungguhnya.


Kita tidak perlu berlebihan dalam menyikapi semua kritik dan kajian pada generasi pertama tersebut seolah mereka adalah kaum untouchable persons. Mereka juga adalah manusia biasa, sama seperti kita dan orang lain diluarnya. Kedekatan mereka pada Rasulullah, kesatu jamanan mereka dengan Rasul tidak harus lalu ditaklidkan dengan sifat pembenaran diri pada mereka dalam segala sesuatunya. Hal yang saya percaya, mereka sendiri tidak menyukainya.


Maksud saya dengan sahabat disini tentunya adalah orang-orang yang dianggap sebagai sahabatnya Nabi Muhammad SAW. Siapapun itu adanya. Entah mereka itu 4 khalifah pertama (Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali) maupun individu lain diluar mereka.


Para Nabi saja diceritakan secara jelas didalam al-Qur'an, kerap berbuat hal-hal yang bersifat khilaf dalam kapasitasnya sebagai manusia biasa yang normal. --dalam artian, kesalahan ini tidak ada kaitannya dengan posisi mereka sebagai Rasul atau duta Allah pada manusia untuk menyampaikan wahyu.


Tuesday, September 4, 2012

Ultah pernikahan kami ke-10



 

10 Tahun sudah perjalanan bahtera rumah tangga ini dibina, banyak cerita sudah dituai. Banyak tawa telah direnda, memang tidak mudah merajut, membina dan mempertahankan keutuhan rumah tangga. Dalam perjalanannya, pasti ada tangis, ada marah, ada cemburu dan pastinya ada pula bahagia. Semoga, pernikahan ini tetap langgeng berada dalam naungan hidayah, lindungan serta ridho Allah SWT. Menghasilkan keturunan yang istiqomah, cerdas dan berguna bagi agamanya, orang tuanya, keluarganya dan bangsa secara keseluruhan.




Wa-allafa bayna quluubihim law anfaqta maa fii al-ardhi jamii'an maa allafta bayna quluubihim walaakinna allaaha allafa baynahum innahu 'aziizun hakiimun




Dan Allahlah yang mempersatukan hati mereka. Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. [Surah al-Anfaal ayat 63]


Monday, September 3, 2012

Silaturahim bersama warga di 'Iedul Fitri 1433H

Berbagi kenangan Silaturahim bersama warga komplek pada hari pertama 'Iedul Fitri 1 Syawal 1433 H yang bertepatan pada 19 Agustus 2012. 






 

Kenangan bersama Guru Mengaji

10 Agustus 2012 lalu masih dipertengahan bulan suci Ramadhan 1433 H, menyempatkan diri membesuk salah satu guru saya waktu kecil, istimewanya, ini adalah orang yang mengajari saya baca huruf hijaiyyah sampai lancar dari kitab kecil "turutan alif-ba-ta" sampai khatam al-Qur'an pertama kalinya sekitar tahun 86-an dulu.


Beliau adalah Kyai Azzaman Riva'i. 




Inilah "turutan" yang pertama kali saya baca sewaktu belajar mengaji tahun 80-an lalu. Masih Alif diatas A Alif dibawah i Alif didepan U: A-I-U. Subhanallah, another nostalgia dari masa lalu ketika belum ada metode Iqro. Bukunya masih terawat baik sampai hari ini.



Sewaktu saya khatam al-Qur'an pertama kalinya dibulan Maret 1985 dulu, beliau ini juga memberikan hadiah kepada saya berupa sebuah kitab al-Qur'an yang sampai hari ini masih tetap saya jaga dan saya gunakan.