Wednesday, August 21, 2013

Al-Sisi dan Fir'aun

Oleh : Armansyah

Sejak jaman dulu, rezim tirani Mesir memang paling terkenal kejam dan durhaka pada Tuhan. Lihatlah cerita Nabi Musa versus Fir'aun, sampai harus berapa kali Tuhan menurunkan tanda-Nya sebagai peringatan. Mulai dari badai topan yang menghancurkan, serangan belalang, banjir kutu, katak sampai hujan darah tidak membuat mereka insyaf. Malah semakin menjadi. Allah, dihina oleh Fir'aun dengan cara memerintahkan Haman untuk membuat bangunan tinggi kelangit agar ia bisa memanah Tuhannya Musa.

Puncaknya, Nabi Musa ditantang untuk berhadapan dengan para tukang sihir. Terjadilah pertempuran seru antara Rasulullah versus Rasul Syaithan. Punahlah kaki tangan Iblis itu bertumbangan diakhir cerita, berserah diri tunduk pada Islam. Musa beserta Harun saudaranya akhirnya atas bimbingan Tuhannya membawa keluar umatnya, Bani Israel dari wilayah Mesir, melepaskan diri dari semua perbudakan dan pembantaian yang setiap waktu mengintai mereka. Tapi Fir'aun mana mau mengalah, dia harus menghabisi orang-orang yang membantahnya.

Tuesday, August 20, 2013

Posting Aurat di Media Sosial

Oleh : Armansyah


Maaf bukan untuk menggurui ya, semoga sahabat Muslim ingat batasan aurat yang boleh diperlihatkan pada orang lain yg bukan mahramnya. Yuk kita sama periksa kembali kumpulan foto kita yg pernah di upload di media sosial. Jangan-jangan ada foto-foto seronok yang mengumbar aurat sehingga menimbulkan fitnah ataupun syahwat bagi siapa yg memandangnya. Jika nafas ini sudah keburu dicabut, foto itu akan terus menebar dosa pd kita dan adzabpun semakin pasti tak berkesudahan. 


Ya sudahlah, untuk apa juga pamer dada, paha dan sebagainya itu. Ayam, anjing atau kucing saja pake bulu kok buat nutupin itu semua. Ikanpun punya sisik yang melindungi kulitnya. Gak ada gunanyalah pamerin itu pada orang lain. Diri ini jelek kok, beberapa saat nafas ini dicabut, tubuh yg tadinya dianggap bagus dan cantik itu akan langsung kaku dan tak lagi indah. Apalagi saat ia sudah ditimbun tanah. Muntah orang malah melihatnya. Kembalilah kejalan Allah. Tutupi semua aurat kita, hapus foto-foto yang sudah terlanjur dipublikasikan itu. Hidup cuma sebentar kok, sanjungan orang terhadap kebagusan tubuh kita hanya sesaat saja dan tidak berarti apa-apa. Jangan sampai selama didunia kita bak pelacur yang menjajakan diri kita pada siapapun untuk dilihat dan dikhayalkan, eh diakhirat nanti di adzab kedalam neraka jahannam.


Arsip status FB saya tanggal 19 Agustus 2013


Link posting asli : http://www.facebook.com/armansyah/posts/10151758102818444

Hati-hati Tauhidnya

Oleh : Armansyah


Pengkultusan pada selain Allah adalah pemberhalaan terhadapnya. Ada yang mengkultuskan gurunya, nabinya, imamnya. Ada pula yang mengkeramatkan keris, pusaka, tanah kuburan dan semacamnya. Ini ada dimana-mana dan tersebar diberbagai dunia Islam, entah apakah itu penganut madzhab a ataupun b. Padahal kita tidak disuruh kecuali mengabdi pada Allah dan menjauhi kemusryikan. Jangankan tanah karbala atau tanah gaza, bahkan tanah Mekkah sekalipun dimana Baitullah ada diatasnya, kita tidak boleh memberhalakannya. Ingat, kecintaan yang berlebihan terhadap makhluk, bisa menaikkan derajat makhluk itu pada penuhanan. Hati-hati Tauhid tergelincir.


Arsip status FB, 20 Agustus 2013

Publik Figur harus mampu mengontrol dirinya

Oleh : Armansyah


Seorang publik figur, mestinya bisa menjadi teladan bagi orang lain. Apalagi bila dia adalah ustadz dan guru besar tertentu. Semua tindak tanduknya, pikirannya dan ucapannya selalu menjadi sorotan. Dia tidak hanya alat tontonan namun juga menjadi tuntunan. Apa jadinya bila sang publik figur ini mengatakan sesuatu yang dia tidak punya ilmunya atau lebih parah lagi bila sampai menuduh orang lain berbuat kejahatan tanpa ada buktinya? 


Bukankah mestinya mereka harus lebih bisa menjaga kehormatannya, kemuliaannya dan juga kredibelitas dirinya dihadapan umat? Ini berat tugasnya, bukan perkara sepele. Secara konstitusi orang yang menuduh orang lain tanpa fakta bisa dikenakan hukum pidana. Secara hukum al-Qur'an maka orang itu pasti berdosa.


Olehnya disatu kasus tertentu yang membuat posisinya terpojok oleh fitnah, bila perlu dia (si publik figur) mestinya harus berani bersumpah. Bukan sumpah pocong, namun sumpah li'an ataupun mubahalah yaitu sumpah laknat yang menggunakan nama Allah ta'ala. Apabila dia berbohong maka dia mendapat laknat dari Allah, sebaliknya bila tidak maka laknat Allah itu akan kembali pada siapa yang telah memfitnahnya.


Isyu Ustadz dan Lamborghini

Oleh : Armansyah


Ada ustadz bagi2 sahur bawa lambhorgini diributkan, itu sih cm cari2 kesalahan. Memang apa yang salah ustadz bawa lambhorgini? Jangan2 kita ribut karena kita iri, kita tdk mampu membelinya. Toh sang ustadz bawa itu dlm berbagi rezeki pd orang lain. Apa kita dibulan Ramadhan kemarin juga bagi2 rezeki selama sahur spt dia? Kenapa selalu yg dilihat hanya sisi yg dianggap negatif saja? Siapa tahu dia bawa itu krn merasa lebih nyaman dan aman. Sama spt saya yg nyaman mengendarai New Vixion saya ataw alm. Uje dgn Kawasakinya. So, jangan dibesar2kanlah hal semacam ini. Belajarlah untuk berprasangka baik pada orang lain. 


Note. Ini bukan pembelaan tapi mengajarkan cara berpikir oyektif. Kemarin, 20 agustus 2013 salah satu status saya mengkritisi fenomena ustadz materialistis. Berimbang saja teman.



Arsip Status saya di FB tanggal 20 Agustus 2013


Link asli posting : http://www.facebook.com/armansyah/posts/10151760274488444?ref=notif&notif_t=like

Monday, August 19, 2013

Ustadz bukan profesi

Oleh : Armansyah

Ustadz bukanlah profesi tapi tugas dan pengabdian olehnya berdakwah bukan untuk menjual ayat Tuhan. Meskipun tidak terlarang menerima hadiah uang sebagai tanda jasa, namun jangan jadikan ia tujuan utama. Lebih elok bila untuk urusan perut kita usaha saja, bewiraswasta atau bekerja. Ini lebih aman dari fitnah. Sekali lagi, dakwah adalah panggilan jiwa.
Dan berkatalah : "Hai kaumku, aku tiada meminta harta benda kepada kamu (sebagai upah) bagi seruanku. Upahku hanyalah dari Allah" (surah Huud ayat 29)

Katakanlah:  "Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan (Al Qur'an)". AlQur'an itu tidak lain hanyalah peringatan untuk semua umat. (surah Al-An'am ayat 90)

Katakanlah: "Aku tidak meminta upah sedikit pun kepada kamu dalam menyampaikan risalah itu, melainkan (mengharapkan kepatuhan) orang-orang yang mau mengambil jalan kepada Tuhannya". (surah al-Furqon ayat 57)

Status FB saya tertanggal : 17 Agustus 2013

Link posting asli : http://www.facebook.com/armansyah/posts/10151753480688444?notif_t=like

Tuesday, August 6, 2013

Selamat 'Iedul Fitri

[youtube=https://www.youtube.com/watch?v=xDKSd9k1GaI]