Sunday, January 5, 2014

Tidak tahun baruan tidak diurus jenasahnya?


Pak, kita khan hidup bermasyarakat. Kumpul-kumpulnya sekalian ngerekatin silaturrahim khan tak apa. Kebetulan saja dibuatnya pas malam 31 Desember. Ntar kalo bapak mati, gak ada yang mau ngurus jenasah bapak loh, nah gimana tuh?



Jawab singkat

Ya, kalau tak ada yang mau ngurus jenasah saya nanti, itu khan bukan urusan saya lagi. Saya sudah mati juga, yang dosa khan orang Islam yang ada tapi gak mau mengurus jenasah saya. Memandikan jenasah, mensholatkan dan menguburkannya itu khan hal yang fardhu? Meskipun awalnya fardhu kifayah, tapi statusnya bisa naek jadi fardhu 'ain kalo tak ada orang yang melakukannya. Jadi, terserah saja, mau dapat ridhonya Allah atau malah murkanya Allah. Saya dah tenang dialam sana. 

Saturday, January 4, 2014

Konsep Dakwah menurut M. Natsir

Oleh : Armansyah


M. Natsir dalam bukunya berjudul Fiqhud Da'wah: Jejak Risalah Dasar-dasar Da'wah (1969) menuliskan tentang konsep dakwah. Diantaranya diambil dari al-Ahzab ayat 70 tentang Qaulan Sadiidan, kata-kata yang tepat sasaran, kata-kata yang baik, kata-kata yang benar dan kata-kata yang saling melengkapi (lihat tafsir al-Qasyani dan az-Zamarkasyari). Lebih jauh Natsir menambahkan bahwa makna Qaulan Sadiidan juga bisa diartikan sebagai ungkapan yang tidak berbelit-belit. Fortiter in re, suaviter in modo: Tegas dalam urusannya, halus dalam caranya.


Konsep dakwah yang kedua menurut Natsir adalah Qaulan layyinan. Ini dinukilnya dari Thoha ayat 44. Qaulan layyinan adalah kata-kata yang manis tapi memiliki indzar atau peringatan. Tidak meledak-ledak dan berkesan provokator tapi menimbulkan kekuatiran serta kecemasan pada diri orang yang menjadi sasaran dakwahnya.


Konsep selanjutnya adalah Qaulan Balighun atau kata-kata yang menusuk sampai kedalam hati mereka dan meninggalkan bekas atau terngiang-ngiang terus di diri pendengarnya. Konsep ini berasal dari an-Nisaa ayat 63.



Palembang, 05 Januari 2014



Friday, January 3, 2014

Kembalikan konsep 3 partai!

Jika memang konsep NKRI ini ingin tetap dipertahankan, saya lebih setuju kita kembali pada konsep orde baru dalam hal kepartaian. Cukup 3 partai saja yang ada. Itupun sebenarnya masih lebih banyak 1 dari Amerika yang hanya punya 2 partai (Republik dan Demokrat). Partai itu adalah partai nasionalis, partai agama dan partai gado-gado (entah mau dinisbatkan pada partai demokrat kek, partai liberal kek dan seterusnya masa bodohlah). Dulu sewaktu jaman orde baru, PPP sebagai partai yang dianggap lebih agamais selalu "dikalahkan" akibat tekanan rezim yang berkuasa. Tapi, jika konsep 3 partai ini kembali kita coba dimasa sekarang, saya lebih optimis bila memang jor-joran bermain secara ksatria, partai Islam akan lebih unggul. Lagipula, dengan semakin mengerucutnya jumlah partai, konsentrasi umat Islam dalam pemilihan akan lebih fokus dibanding multi partai sehingga tujuan utama penegakan NKRI bersyariah lebih cepat terwujud. 


Status FB, 03 Januari 2014

Isyarat mati

Berganti tahun artinya usia kitapun sudah semakin uzur. Pastinya fisik tak lagi muda seperti tahun sebelumnya. Umurpun, meski bilangannya selalu plus 1 tetapi sesungguhnya jatah hidup justru semakin tak berbilang kurangnya. Tanda-tanda kealam kuburpun telah diberikan pada kita. Yuuk cek dulu beberapa tanda-tanda itu:


Jika dulu suka pakai minyak wangi...sekarang suka pakai minyak angin. Dulu sering makan enak...sekarang justru sering makan obat. Dulu sering mengorbankan kesehatan demi kekayaan...sekarang justru mengorbankan kekayaan demi kesehatan. 


Bagi yang belum kedatangan tanda-tanda ini, jangan lupa: Syarat mati tak harus tua dulu, dan syarat mati tak harus sakit dulu. 


Status FB, 03 Jan 2014

Blame me

islamisperfect

Densus 88 dan terduga teroris 2013

Berkaitan dengan pemberitaan penggerebekan densus 88, just wait and see dulu. Saya belum mau berkomentar apa-apa sebelum segala sesuatunya jelas. Sekarang khan semua masih simpang siur. Tapi yang jelas bila alasannya nanti memang cuma soal ditemukannya buku jihad, waduh itu mah dibuat-buat, jangan tidak mencari sensasi saja agar terus dapet kucuran dana dari bangsa kuffar yang anti Islam.


Bagaimanapun, al-Qur’an dan sunnah penuh dengan ayat-ayat jihad dan spirit berjihad dalam berbagai konteks dan aplikasinya. Awas ini cuma jadi pengalihan isyu kebejatan dunia politik jelang pemilu, sekaligus bisa kembali menumbuhkan phobia dimasyarakat tentang fanatisme berIslam guna menjauhkan umat dari al-Qur’an dan sunnah. Sorot terus juga perihal pemakaian hijab bagi polwan jangan sampai cuci-otak terhadap Islam berjalan ditengah polri sendiri. Sebaliknya, bila memang nantinya orang-orang yang masih diduga teroris itu benar para penjahat, ya sudah, proses saja sesuai hukum yang berlaku. Allah khan maha menyaksikan segala kebenaran.


Status Facebook saya, 02 Januari 2014. Ikuti berbagai komentar seru yang masuk di status saya itu melalui link: 


https://www.facebook.com/armansyah/posts/10152071175313444

Poligami

Poligami bukan suatu dosa namun bukan pula sebuah kewajiban, iapun bukan menjadi sebuah sunnah. Poligami adalah masalah pilihan bagi orang yang merasa mampu melakukannya. Bagaimanapun, poligami cenderung untuk tidak bisa berlaku adil. Bagi laki-laki yang ingin berpoligami, baca dulu an-Nisaa ayat 3 dengan benar. Jangan mencari pembenaran dengan dalih sunnah Rasul. Tanggung jawabnya berat, dunia dan akhirat. Saya? hay-hay. Tak sanggup. Biarlah, satu saja cukuplah. Itupun gak akan pernah habis. 


Ikuti beragam komentar seru di status FB saya, 01 Januari 2014 dengan link:


https://www.facebook.com/armansyah/posts/10152069404448444