Wednesday, March 11, 2015

Fenomena Jaman akhir menurut Rasulullah

Shahih Bukhari 6537: Dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda (tentang tanda-tanda kiamat); "Jaman terasa ringkas, amal shalih berkurang, kebakhilan merajalela, fitnah (maksiat) dinyatakan secara terang-terangan, dan banyak al haraj." Para sahabat bertanya; 'Ya Rasulullah, apa maksud istilah al haraj? ' Nabi menjawab "Pembunuhan-pembunuhan."

Shahih Muslim 5136: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Akan terjadi fitnah-fintah, orang duduk saat itu lebih baik dari orang yang berdiri, orang yang berdiri saat itu lebi baik dari orang yang berjalan dan orang yang berjalan saat itu lebih baik dari orang yang berlari-lari kecil, barangsiapa menceburkan dirinya pada fitnah-fitnah itu, ia akan kalah dan barangsiapa menemukan tempat berlindung saat itu, hendaklah berlindung."



Sunan Tirmidzi 2124: "Di pagi hari seseorang beriman dan di sore hari menjadi kafir, beriman di waktu sore dan di pag hari menjadi kafir." Beliau bersabda: "Di pagi hari seseorang mengharamkan darah, kehormatan dan harta saudaranya tapi di sore hari menghalalkannya, di sore hari mengharamkan darah, kehormatan dan harta saudaranya dan si pagi hari menghalalkannya."



Semoga masing-masing dari kita dapat tetap istiqomah dijalan Allah dan mendapat perlindungan, ampunan dan ridho-Nya. Selamat didunia dan selamat pula diakhirat.

Salam dari bumi Palembang Darussalam.
05 Maret 2015

Armansyah Azmatkhan

1st Posted: https://www.facebook.com/armansyah/posts/10153057827173444.

Media oh media...

Sayang sekali, pernikahan putri Aa' Gym yang berlangsung Islami dan melalui prosesi yang juga luar biasa --yaitu sang calon suami merupakan orang yang hafidz Qur'an-- tidaklah segegap gempita ketika seorang artis yang jauh dari nilai-nilai Islamnya melangsungkan pernikahan mereka. Mulai dari akad hingga bulan madu di ekspos tiada henti diberbagai tayangan pemberitaan dan entertainment. Bahkan sampai-sampai ada stasiun televisi yang menyiarkan acaranya secara live sepanjang hari. Tetapi mana pemberitaan heboh tentang sebuah pernikahan putri seorang ulama kondang dengan seorang hafidz Qur'an?




Nyaris tidak terdengar ada media sekuler yang memberitakan mereka kecuali hanya sebatas informasi singkat seakan tak berarti sama sekali. Jelas sekali ketidaksenangan dan sentimen tercium disini. Untuk pesta yang bersifat foya-foya, mengumbar harta secara berlebihan, dipenuhi oleh pakaian yang membuka aurat maka media kufar dan sekuler berlomba-lomba menyebarluaskannya. Seakan itu adalah gaya hidup yang jamak dan harus diterima oleh siapapun penduduk negeri ini. Meskipun mereka terdiri dari orang-orang miskin.


Sebaliknya hal yang sama tapi dilakukan secara sederhana dan penuh nuansa agama tidak dianggap penting untuk dipublikasikan ditengah kondisi bangsa yang rapuh dan kurang tuntunan moral ini. Mereka ingin generasi ini bertambah rusak dan hancur sehingga semakin mudah untuk dimurtadkan, semakin mudah untuk dilemahkan sampai akhirnya merekalah yang kelak mengambil alih kekuasaan atas negara yang konon penduduknya mayoritas Islam ini. Mereka lebih suka menyanjung dan memberitakan seorang gubernur kafir yang bahkan dari mulutnya keluar kata-kata kasar maupun sikap-sikap tidak berpendidikan sebagai seorang superhero yang terzalimi. Na'udzubillah, itulah makar mereka.


Saatnya untuk berpikir dan bertindak semakin cerdas ya ayyuhal muslimun.


Salam dari Palembang Darussalam.
10 Maret 2015, Armansyah Azmatkhan.


1st Posted : https://www.facebook.com/armansyah/posts/10153070557653444



Friday, March 6, 2015

Ahok versus Anggota Dewan (Refleksi diri)

Saya percaya banyak dari kita menyesalkan kejadian yang sekarang ini terjadi di ibu kota kita tercinta, Jakata. Khususnya terkait keributan antara pihak eksekutif dan legislatif. Lebih tegasnya Gubernur vs Anggota DPRD yang merupakan wakil rakyat. Tapi kejadian ini sendiri pada hakekatnya merupakan buntut panjang atas terpilihnya pasangan Jokowi-Ahok ketika pilkada lalu menjadi gubernur dan wakil gubernur.


Kala itu, banyak pihak terutama para ulama sudah memberikan wanti-wanti kepada rakyat untuk tidak memilih mereka. Memang pertimbangan ulama lebih kepada syari'at Islam yang secara tegas mengatur tentang haramnya bagi muslim memilih pemimpin dari kalangan non muslim. Sayangnya banyak masyarakat terpesona oleh pencitraan yang ditampilkan oleh duet maut tersebut kala itu. Sehingga nash agama yang harusnya menjadi tuntunan dalam kehidupan berbalik menjadi tontonan dan cibiran. Orang mengolok-olok aturan agama itu sebagai aturan yang kaku, berlebihan, kuno, diskriminasi dan sebagainya dan seterusnya. Padahal aturan tersebut turun dari Allah Azza Wajalla yang oleh orang beriman wajib untuk bersikap Sami'na wa-atho'na (kami dengar dan kami taat).


Saat hukum Allah dijadikan permainan, olokan dan juga hinaan maka tunggulah waktunya adzab dari sisi-Nya akan datang kepada mereka. Tentu adzab itu datangnya tidak harus selalu dalam bentuk tsunami, hujan meteor, gempa bumi dan lain sebagainya sebagaimana kebanyakan yang terjadi pada umat-umat terdahulu tatkala mereka menentang para Rasul Allah. Adzab yang muncul dapat saja berupa timbulnya aturan-aturan maupun kebijakan yang mempersempit ruang lingkup ibadah umat Islam, aturan perekonomian yang mencekik leher masyarakat melalui pembebanan kenaikan tarif ini dan itu yang menjadi kebutuhan primer hingga operasional kehidupan sehari-hari, misalnya penggusuran, larangan melintasi jalan-jalan tertentu bagi kendaraan roda dua, turunnya kualitas akhlak, menjamurnya kejahatan akibat hukum yang tidak tegas ditegakkan dan sebagainya.


Intinya, masyarakat akan merasa hidupnya sangat terjepit dan semakin terjepit dari hari ke hari. Rakyat mulai kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, kepalanya mulai dihantui dengan kewajiban untuk membayar berbagai iuran diakhir bulan yang terus menggelembung dan bak menjadi hantu menakutkan.


Akhirnya yang memilih maupun yang menolaknya dulu akan sama-sama kena imbas semua. Itulah sunnatullah yang sudah diceritakan oleh al-Qur'an jauh hari.


Kembali pada konflik antara eksekutif dan legislatif di Jakarta, sulit untuk mencari pihak yang betul-betul ada pada posisi benar dari sudut hukum negara. Semuanya seakan mencari pembenaran dirinya masing-masing. Perlu penegakan hukum yang adil dan tidak tebang pilih dalam kasus ini. Baik itu terhadap sang gubernur maupun kepada anggota DPRD yang memang terbukti bersalah.


Ucapan anjing kepada Ahok oleh salah seorang oknum anggota dewan, ditinjau dari sudut kacamata akhlak dan agama, jelas tidak dapat dibenarkan. Islam tidak pernah mengajarkan umatnya untuk melakukannya. Begitupula jawaban balik dari Ahok bahwa daging anjing itu enak. Boleh jadi dari sudut kacamata Islam mungkin kita dapat menerimanya mengingat ahok adalah pemimpin kafir yang tidak mengimani ajaran Islam sehingga boleh jadi pergaulannya tidak didasari oleh petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Tetapi dari sudut etika dan moralitas umum, jelas ucapan demikian sangat tidak mendidik dan berkesan sebagai ucapan preman yang tidak mestinya keluar dari lisan seorang pejabat tinggi negara.


Marilah kita, khususnya bagi semua umat Islam, entah mereka yang duduk dikursi legislatif, eksekutif, yudikatif maupun sebagai rakyat biasa seperti saya, kita sama-sama mengedepankan akhlakuk karimah dalam menjalani proses hidup ini. Tunduk dan taatlah kepada aturan main agama bila itu sudah secara jelas disampaikan. Setiap tindakan kita, ucapan kita tentu akan dicatat oleh para malaikat dan kelak menjadi saksi bagi kita di hari akhir. Jangan sampai ketika berbangkit, kita justru menerima catatan amalan dari sisi sebelah kiri. Sebab artinya kita termasuk golongan orang celaka. Na'udzubillah.




Astagfirullaahal 'azhiim Alladzi laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum
wa atuubu ilaihi


Astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah.
Allahumma antassalam, waminkas salam, tabarokta yaa zaljalalli wal ikromm


Allahumma anta robbi Laa ilaaha allaa anta kholaqtani
Wa anaa 'abduka wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika mas tatho'tu
A'uudzubika min syarrimaa shona'tu Abuu ulaka bini'matika 'alayya
Wa abuu u bidzambii fagfirlii
Fa innahu laa yagfirudz dzunuuba illa anta.


Ya Allah, Engkau Tuhanku, tiada Tuhan melainkan Engkau. Engkau zat yang
telah menciptakan aku, dan aku adalah hambaMu. Akupun dalam ketentuan
serta janjiMu semampu yang kami lakukan. Aku mohon perlindungan
kepadaMu dari kejahatan apa saja yang aku lakukan. Aku mengakui dengan
kenikmatan yang telah Engkau karuniakan kepadaku,dan juga aku mengakui
dosa-dosa yang aku kerjakan. Maka dari itu berikanlah pengampunan
kepadaku, karena sesungguhnya tidak ada yang sanggup memberikan
pengampunan selain dari Engkau sendiri.



Mohon maaf lahir batin.
Salam dari bumi Palembang Darussalam.
Jumu'ah, 06 Maret 2015


Armansyah Azmatkhan.

Thursday, March 5, 2015

Fenomena Banci dan Hukumnya dalam Islam

Oleh. Armansyah


Netizen pada awal Maret 2015 dikejutkan dengan munculnya sebuah foto dari salah satu buku Agama untuk anak sekolah yang memuat tentang hukum banci dalam sholat.


buku_ttg_banci


Buku ini menuai kontroversi dan seperti biasa ada pihak yang membelanya dan banyak pula yang mengecamnya. Tak urung Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Ketua MUI bidang pendidikan, Anwar Abbas ikut bersuara seperti yang dimuat oleh Republika Online berikut:


fatwa_mui


 Lalu seperti apa sebenarnya tentang hukum banci ini sendiri menurut ajaran Islam?


Islam menyebut banci dengan istilah khuntsa artinya orang yang mempunyai dua alat kelamin, satu kelamin laki-laki dan satu kelamin perempuan. Istilah ini asalnya dari lafadz al-khantsu, yang menurut bahasa artinya lemah atau pecah.  


Sesuai dengan kondisi jaman yang berlaku pada masa itu, tidak ada teknik kedokteran untuk melakukan operasi terhadap salah satu dari keduanya sebagaimana yang terdapat dalam jaman kita sekarang ini maka terkait orang yang berkelamin ganda ini ada hukum yang mengaturnya.




Sunan Darimi 2842: Telah mengabarkan kepada kami Ubaidullah bin Musa dari Isra`il dari Abdul A'la bahwa ia mendengar Muhammad bin Ali menceritakan dari Ali tentang seorang laki-laki yang memiliki alat kelamin laki-laki dan alat kelamin perempuan, sebagai apa statusnya ia mewarisi (laki-laki atau perempuan)? Ia menjawab; Dilihat dari alat kelaminnya yang mengeluarkan kencing (dari situlah ditetapkan statusnya).


Sunan Darimi 2842: Telah mengabarkan kepada kami Ubaidullah bin Musa dari Isra`il dari Abdul A'la bahwa ia mendengar Muhammad bin Ali menceritakan dari Ali tentang seorang laki-laki yang memiliki alat kelamin laki-laki dan alat kelamin perempuan, sebagai apa statusnya ia mewarisi (laki-laki atau perempuan)? Ia menjawab; Dilihat dari alat kelaminnya yang mengeluarkan kencing (dari situlah ditetapkan statusnya).



Jadi disini dilihat berdasar fungsi genitalnya yang dapat melakukan tugas sistem tubuh kemanusiaannya, oleh sebab itu manusia ini disebut dengan istilah Khuntsa Ghoiru Musykil, yaitu mereka yang berjenis kelamin ganda dan dapat dilihat kecenderungan fungsi genitalnya.


Hukum ini dapat menjadi landasan dalam proses operasi dijaman kita modern terhadap orang-orang yang berkelamin ganda. Jadi proses operasi kedokteran pada genitalnya bukan didasarkan pada pilihan orang itu terhadap kesukaannya untuk menjadi lelaki atau perempuan tapi berdasar fungsi genital.


Selain banci dalam kategori Khuntsa Ghoiru Musykil diatas, ada juga Khuntsa Musykil yaitu orang yang tidak ada kecenderungan maupun dominasi fungsi genitalnya. 




Sunan Darimi 2844: Telah menceritakan kepada kami Abu Nu'aim telah menceritakan kepada kami Abu Hani` ia berkata; Amir pernah ditanya tentang warisan seorang anak yang melahirkan tanpa alat kelamin laki-laki dan alat kelamin perempuan, sementara dari pusarnya keluar sesuatu seperti air kencing dan kotoran. Maka ia menjawab; (Bagian warisannya adalah) setengah dari bagian laki-laki dan setengah dari bagian perempuan.



Lalu bagaimana hukum sholat untuk orang yang demikian --jika seandainya tidak di operasi?




Shahih Bukhari 654: Abu Abdullah berkata; Muhammad bin Yusuf berkata kepada kami, telah menceritakan kepada kami Al Auza'i telah menceritakan kepada kami Az Zuhri dari Humaid bin 'Abdurrahman dari 'Ubaidullah bin 'Adi bin Khiyar, bahwa dia masuk menemui 'Utsman bin 'Affan saat ia terkepung seraya berkata, "Engkau adalah pemimpin Kaum Muslimin namun tuan tengah mengalami kejadian seperti yang kita saksikan. Sedangkan shalat akan dipimpin oleh imam yang terkena fitnah dan kami jadi khawatir terkena dosa." Maka 'Utsman bin 'Affan pun berkata, "Shalat adalah amal terbaik yang dilakukan manusia. Oleh karena itu apabila orang-orang melakukan kebaikan (dengan mendirikan shalat), maka berbuat baiklah (shalat) bersama mereka. Dan jika mereka berbuat keburukan (kesalahan), maka jauhilah keburukan mereka." Az Zubaidi berkata, Az Zuhri berkata, "Kami tidak membenarkan shalat bermakmum di belakang seorang banci kecuali dalam keadaan sangat terpaksa."



Kiranya beranjak dari nash agama diatas sudah lebih dari jelas bagaimana hukumnya tentang seorang yang memiliki dua kelamin, baik dalam hal waris maupun dalam hal hukum sholat.


Tapi sekarang hukum banci dalam nash diatas yaitu orang berkelamin ganda dijaman Rasul yang dikenal sebagai Khuntsa apakah sama seperti banci yang ada dan jamak dijaman kita sekarang?


Jika kita lihat faktanya, banci yang hidup pada masa kita sekarang ini justru umumnya lebih mengarah pada penyerupaan alias "mukhonnis" (laki-laki yang berlagak perempuan baik dengan ucapan, perilaku maupun pakaian) sehingga ia disifati takhonnus (berperilaku perempuan). 


ilustrasi_banci1


Tentu hukumnya beda dengan khuntsa pada nash agama diatas, sebab banci kita sekarang ini lebih kepada Taghyiru kholqillah (merubah kodrat), sesuatu yang hukumnya haram dan dibenci oleh Allah dan Rasul-Nya.


Berikut nash yang dapat digunakan untuk menyikapi banci-banci yang berkeliaran dijaman kita hari ini.




مسند أحمد ٢٠١٦: حَدَّثَنِي يَزِيدُ أَخْبَرَنَا هِشَامٌ عَنْ يَحْيَى عَنْ عِكْرِمَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَعَنَ الْمُخَنَّثِينَ مِنْ الرِّجَالِ وَالْمُتَرَجِّلَاتِ مِنْ النِّسَاءِ وَقَالَ أَخْرِجُوهُمْ مِنْ بُيُوتِكُمْ فَأَخْرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فُلَانًا وَأَخْرَجَ عُمَرُ فُلَانًا


Musnad Ahmad 2016: Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Hisyam dari Yahya dari Ikrimah dari Ibnu 'Abbas; bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melaknat laki-laki yang meniru wanita (banci) dan wanita yang meniru laki-laki, beliau bersabda: "Keluarkanlah mereka dari rumah-rumah kalian." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengeluarkan fulan, dan Umar juga mengeluarkan fulan.


Sunan Abu Daud 3583: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ubaid berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Tsaur dari Ma'mar dari Az Zuhri dan Hisyam bin Urwah dari Urwah dari 'Aisyah radliallahu 'anha, ia berkata, "Seorang laki-laki (banci) masuk menemui isteri-isteri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan para sahabat menganggapnya sebagai Ghairu Ulil Irbah (orang-orang yang tidak punya nafsu kepada wanita). Suatu ketika Nabi shallallahu 'alaihi wasallam masuk menemui kami sementara laki-laki banci itu bersama isteri-isteri beliau seraya mensifati wanita dengan berkata; 'Wanita itu jika menghadap ke depan maka ia menghadap dengan empat (lipatan), dan jika menghadap ke belakang maka ia menghadap dengan delapan (lipatan) '. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Ketahuilah, aku melihat orang ini (banci) mengetahui apa yang ada pada wanita, maka jangan sekali-kali ia masuk menemui kalian." Mereka pun akhirnya memakai hijab."


Hadis dengan redaksi sama juga diriwayatkan dari Ibnu Syihab dari Urwah dari 'Aisyah dengan hadits dengan tambahan, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengeluarkan laki-laki (banci) itu ke padang pasir, dan datang setiap hari jum'at untuk mencari makan." Telah menceritakan kepada kami Mahmud bin Khalid berkata, telah menceritakan kepada kami Umar dari Al Auza'i -dalam kisah ini-, dikatakan, "Wahai Rasulullah, bagaimana jika laki-laki (banci itu) mati kelaparan?" beliau lalu memberinya izin untuk masuk dua kali setiap hari jum'at untuk minta makan, kemudian kembali lagi."Ket; lipatan maksudnya, wanita yang gemuk jika dilihat dari arah perut maka akan terlihat dua lipatan -setiap lipatan ada dua sisi- yang ada diperutnya, sementara jika dilihat dari arah punggung maka akan terlihat empat lipatan yang memiliki delapan sisi. Dan ini hanya terjadi pada wanita yang gemuk. 



Ada juga kasus lain :




Sunan Abu Daud 4280: Telah menceritakan kepada kami Harun bin Abdullah dan Muhammad Ibnul 'Ala bahwa Abu Usamah mengabarkan kepada mereka, dari Mufadhdhal bin Yunus dari Al Auza'i dari Abu Yasar Al Qurasyi dari Abu Hasyim dari Abu Hurairah berkata, "Pernah didatangkan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam seorang banci yang mewarnai kuku tangan dan kakinya dengan inai. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pun bertanya: "Ada apa dengan orang ini?" para sahabat menjawab, "Wahai Rasulullah, orang ini menyerupai wanita." Beliau kemudian memerintahkan agar orang tersebut dihukum, maka orang itu diasingkan ke suatu tempat yang bernama Naqi'. Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, tidakkah kita membunuhnya saja?" beliau menjawab: "Aku dilarang untuk membunuh orang yang shalat." Abu Usamah berkata, "Naqi' adalah sebuah tempat di pinggiran Kota Madinah, dan bukan Baqi'."



Dari nash-nash ini jelas pula bagi kita bahwa banci dalam artian orang berkelamin ganda berbeda dengan banci dalam artian orang yang menyerupai lawan jenisnya, laki-laki menyerupai perempuan dan perempuan menyerupai laki-laki.


Bahkan Nabi secara lantang dan tegas mengatakan:




Shahih Bukhari 5435: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar telah menceritakan kepada kami Ghundar telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Qatadah dari Ikrimah dari Ibnu Abbas radliallahu 'anhuma dia berkata; "Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang meyerupai laki-laki." 


Sunan Ibnu Majah 1893: Telah menceritakan kepada kami Ya'qub bin Humaid bin Kasib telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Abu Hazim dari Suhail dari Bapaknya dari Abu Hurairah berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaknat wanita yang menyerupai kaum laki-laki, dan laki-laki yang menyerupai kaum wanita."


Musnad Ahmad 15075: Telah menceritakan kepada kami Hasan telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi'ah telah menceritakan kepada kami Zabban dari Sahl dari Bapaknya dari Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, "Umat Islam akan tetap berada di atas syariat selama tidak muncul tiga hal di kalangan mereka: Selama ilmu belum dicabut, banyak dijumpai pada mereka anak-anak orang banci, dan muncul shoqqorun. Ada yang bertanya 'Apa maksud shoqqorun atau shoqlawun itu Wahai Rasulullah?. Beliau menjawab, manusia yang hidup di akhir zaman sedang kata sapaan di antara mereka saling melaknat".



Semoga tulisan ini dapat memperjelas dan memberikan perbedaan dari sudut hukum syari'at Islam terkait banci. Jangan sampai masyarakat dikelabuhi dengan nash-nash pembenaran padahal ia tidak dimaksudkan untuk hal tersebut.


Maraknya banci dalam pengertian mukhonnis yaitu penyerupaan saja pada masa kita sekarang bukan sesuatu yang dapat diterima. Apalagi jarang kita temukan banci semacam ini yang dekat kepada Allah dan melakukan ibadah fardhu secara intens. Banci-banci dijaman sekarang lebih banyak pada orang-orang yang lebih memperturutkan nafsu birahi kebinatangannya saja ketimbang senang berdandan ala wanita. Hal itu adalah gejala awal untuk terjadinya penghalalan hubungan sesama jenis dalam artian seksual. Lelaki kawin dengan sesama lelaki dan perempuan kawin dengan sesama perempuan. Itulah penyakit yang pernah ada pada kaum Luth dan hukumnya jika mengacu pada syari'at maka ia harus dibunuh.




Sunan Abu Daud 3869: Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Muhammad bin Ali An Nufaili berkata, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Muhammad dari Amru bin Abu Amru dari Ikrimah dari Ibnu Abbas ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Siapa yang kalian dapati sedang melakukan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah; pelaku dan objeknya." 


Musnad Ahmad 2677: Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman dari Zuhair dari 'Amru yakni Ibnu Abu 'Amru, dari Ikrimah dari Ibnu Abbas; bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah melaknat orang yang menyembelih bukan karena Allah, Allah melaknat orang yang mengubah batas-batas tanah, Allah melaknat orang yang menyesatkan orang buta dari jalanan, Allah melaknat orang yang mencela orang tuanya, Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Luth, Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Luth, Dan Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Luth.


Sunan Abu Daud 3870: Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim bin Rahawaih berkata, telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq berkata, telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij berkata, telah mengabarkan kepadaku Ibnu Khutsaim ia berkata, "Aku mendengar Sa'id bin Jubair dan Mujahid menceritakan dari Ibnu Abbas tentang seorang gadis yang melakukan perbuatan kaum Luth, ia berkata, "Hukumannya adalah rajam." 


Musnad Ahmad 2596: Telah menceritakan kepada kami Abu Salamah Al Khuza'i berkata; telah mengabarkan kepada kami Abdul Aziz bin Muhammad dari 'Amru bin Abu 'Amru dari Ikrimah dari Ibnu Abbas, ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Luth (homosex/lesbi), maka bunuhlah pelaku dan yang diperlakukannya."


Sunan Ibnu Majah 2552: Telah menceritakan kepada kami Yunus bin Abdul 'A'la, telah mengabarkan kepadaku Abdullah bin Nafi', telah mengabarkan kepadaku Ashim bin Umar dari Suhail dari Ayahnya dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tentang orang yang melakukan perbuatan kaum Nabi Luth, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Kalian harus merajamnya, baik sosok yang posisinya di atas atau di bawah secara bersamaan."


Musnad Ahmad 14561: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; Jabir bin Abdillah Radliyallahu'anhu berkata saya telah mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: " Yang paling saya takutkan dari umatku adalah perbuatan kaumnya Luth."


Shahih Bukhari 3125: Telah bercerita kepada kami Mahmud telah bercerita kepada kami Abu Ahmad telah bercerita kepada kami Sufyan dari Abu Ishaq dari Al Aswad dari 'Abdullah radliallahu 'anhu berkata; "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memaca ayat fahal min muddakir" ("apakah ada yang mengambil pelajaran) " (QS. Alqomar; 15).



Semoga tulisan ini bermanfaat.


Salam dari bumi Palembang Darussalam.
Mgs. Armansyah Sutan Sampono Azmatkhan, S.Kom, M.Pd


Kamis, 05 Pebruari 2015

Wednesday, March 4, 2015

Isyu Mole-People yang menggegerkan (Tanggapan)

Oleh : Armansyah


Adanya pemberitaan beberapa waktu terakhir terkait "ribuan makhluk seram hidup dalam tanah naik ke atas bumi" yang dilansir oleh salah satu media pada dasarnya hanya sebuah sensasi saja. Saya berusaha menemukan berita asli yang menjadi sumber pemberitaan tersebut namun tidak saya temukan di internet. Adapun beberapa tanggapan terkait makhluk yang disebut sebagai "mole-people" ini hanya sebatas alamat blog yang validasinya meragukan.




Cerita tentang mole-people sendiri menurut wikipedia bersumber dari urban-legends yang belum terbukti sampai hari ini.


mole_people_wiki


Masih terkait dengan hal itu, dalam pengembaraan didunia maya, saya juga menemukan sebuah film tua hitam-putih dengan judul "The Mole People (1956)". Tapi film itu sendiri adalah bergenre fiksi bukan based on fact ataupun bersumber pada literatur sejarah tertentu.


film_molepeople


Pada Januari 1993 terbit buku Jennifer Toth dengan judul "The Mole People: Life in the Tunnels Beneath New York City". Tapi ya sama seperti film diatas, fiksi.


buku__molep


Berita yang kemudian dijadikan heboh di Indonesia melalui judul "ribuan makhluk seram hidup dalam tanah naik ke atas bumi" menulis bahwa "sebuah penemuan mengejutkan terjadi di Amerika Serikat. Satu kaum primitif yang di panggil Mole People hidup 20 mil di bawah tanah. Dengan menggunakan terowongan rahasia, mereka memasuki USA..... dst.


sumber_berita_tribun




Sekali lagi, saya tidak menemukan sumber aslinya. Logika bodohnya tidak mungkin sebuah berita yang memang heboh seperti ini hanya dimuat oleh media lokal nasional saja. Terlebih jika benar itu terjadi di Amerika, tentu banyak media sana yang akan ikut memberitakannya, tak kurang twit maupun status-status di facebookpun akan ramai




Satu-satunya berita sejenis yang dapat saya temukan adalah bersumber dari website weeklyworldnews[dot]com. Disana di tuliskan "The U.S. military has found a race of Mole People, and may be planning to exploit them! Weekly World News has uncovered the shocking discovery of a race of underground Mole People living 20 miles beneath the Earth, using secret tunnels to enter the United States. This discovery was made not by archaeologists, but by military scientists tunneling deep inside the Earth – and an insider has leaked exclusive photos and information about these “cave people”."


weeklyworld_molep



Tapi tunggu dulu... situs weeklyworldnews adalah sebuah website yang sering memberitakan hal-hal bersifat hoax atau tipuan. Masih ingat dulu ketika ada pemberitaan tentang rencana ditutupnya Facebook oleh Mark Zuckerberg pada bulan Mei 2013? Nah, berita bohong tersebut juga berasal dari website ini! Begitupula heboh bumi akan ditabrak oleh planet Nibiru pada Desember 2013. Pun berasal dari website tersebut.


weekly_fbberakhir


Mengaitkannya dengan Ya'yuj Ma'juj seperti yang dilansir oleh sejumlah blog muslim, pada hakekatnya fine-fine saja, lah yang namanya opini dan tafsir orang per-orang khan tak ada yang dapat menghalangi. Tetapi toh pada akhirnya eksistensi dari mole-people ini sampai hari ini belum ada bukti yang otentik. Berbeda jika ingin disandingkan dengan teori piring terbang atau aliens yang banyak terdokumentasikan diseluruh dunia.


Jadi, hemat saya masyarakat tidak perlu terlalu heboh atau terprovokasi oleh berita tersebut. Entah apa maksud dari dimuatnya berita ini, saya hanya dapat berkata Wallahua'lam.


Salam dari Palembang Darussalam.
04 Maret 2015


Armansyah Azmatkhan.


Link Film "The Mole People (1956)":
http://4vid.net/the-mole-people-1956-movie-trailer.html


Link Wikipedia:
http://en.wikipedia.org/wiki/Mole_people


Link WeeklyWorldNews:
Mole People :
http://weeklyworldnews.com/…/3…/mole-people-being-exploited/


Nibiru:
http://weeklyworldnews.com/…/earth-to-collide-with-nibiru-…/


Facebook akan berakhir:
http://weeklyworldnews.com/…/2…/facebook-will-end-on-ma-15th


Link buku Jennifer Toth dengan judul "The Mole People: Life in the Tunnels Beneath New York City":
http://www.amazon.com/The-Mole-People-Tunnels-…/…/155652241X


Link berita Geger! Ribuan Makhluk Seram Hidup Dalam Tanah, Naik ke Atas Bumi :
http://manado.tribunnews.com/…/geger-ribuan-makhluk-seram-h…

Tuesday, March 3, 2015

Asal Usul Nasab Azmatkhan (Reshared)

Ditulis oleh : Iwan Mahmud Al-Fattah
Sumber asli : https://www.facebook.com/notes/1010554665640683/


Assalamu AlaikumWarahmatullahi Wabarakatuh.........


Bismillahirrahmanirrahim.......


Alhamdulillah...Segala puja dan puji marilah senantiasa kita panjatkan kepada Allah SWT yang mana hingga detik ini kita masih diberikan oleh-Nya berbagai macam nikmat, baik itu nikmat Iman, nikmat Islam dan juga nikmat sehat wal afiat sehingga pada saat ini kita masih mampu beraktifitas didalam kehidupan sehari-hari. Semoga dengan adanya nikmat-nikmat ini akan selalu membuat kehidupan kita menjadi berkah, amin... Sholawat dan salam marilah senantiasa kita curahkan kepada junjungan kita, Kecintaan kita, Manusia Yang Agung, Penutup Para Nabi & Rasul, Sayyidina Muhammad Rasulullah SAW beserta para keluarganya, para Sahabatnya dan para pengikutnya yang setia hingga akhir zaman, dan semoga kita semua akan senantiasa mendapatkan syafaat dari beliau dihari kiamat nanti. Amin Ya Robbal Alamin......


Saudara-saudariku yang berbahagia yang berada dalam ruang lingkup dunia maya..


Ada yang bertanya kepada kami, kenapa akhir-akhir ini banyak orang Indonesia dan  beberapa orang di wilayah Asia Tenggara lain, khususnya yang berkecimpung dalam dunia sejarah ataupun dunia Nasab (ilmu yang mempelajari garis keturunan) di Nusantara, dibelakang nama mereka tiba-tiba ditambahi nama yang cukup “asing” dalam khazanah bangsa Indonesia dan daerah Asia Tenggara lain. Padahal setahu mereka dahulunya orang yang memakai gelar dan nama asing tersebut bukanlah siapa-siapa dan bukan juga berasal dari negara yang identik dengan nama tersebut. Yang mereka ketahui bahwa orang-orang tersebut adalah asli orang Indonesia dan tidak ada sangkut pautnya dengan nama terbaru yang mereka sandang tersebut.


Fenomena pemakaian nama yang dirasa “aneh” ini sendiri mulai populer dalam 10 tahun ini. Nama yang selalu menjadi pembicaraan hangat tersebut adalah AZMATKHAN. Ketika nama ini muncul di tahun 2003, pada perkembangannya telah menimbulkan polemik yang cukup berkepanjangan, bahkan polemik itu sampai kepada tahap saling menjatuhkan antara satu fihak dengan fihak lain. Masing-masing fihak berpegang pada pendapatnya. Polemik itu sendiri bila kami amati sering terjadi di beberapa grup yang membahas perkembangan keturunan Rasulullah SAW yang ada di Nusantara. Sampai sekarang bila kami cermati polemik itu belum berhenti, bahkan pada perkembangannya kesini, kami melihat justru semakin memperihatinkan, dikarenakan adanya beberapa fihak yang ketika membahas tentang Azmatkhan selalu berfikiran sempit dan subyektif, yang ironis banyak juga dari mereka yang ketika membahas tentang hal  in tidak disertai kajian dan referensi yang bisa dipertanggungjawabkan, baik secara ilmiah ataupun sanad.


 Nama Azmatkhan sendiri memang sangat terasa aneh bagi lidah atau sejarah  bangsa ini. Namun kalau kita menyebut nama Walisongo dan beberapa Kesultanan Islam Nusantara seperti Kesultanan Demak, Banten, Cirebon, Palembang, tentu kita akan mengenal, padahal antara nama Azmatkhan dan Walisongo serta Kesultanan-kesultanan yang kami sebut diatas ini sangat berhubungan erat, karena ternyata Azmatkhan adalah leluhur dari Walisongo dan juga beberapa KesultananTersebut. Lagipula sebenarnya kalau  kita mau rajin mencari tentang tulisan  sejarah Azmatkhan, nama-nama tersebut sudah pernah muncul pada beberapa tulisan yang dibuat oleh beberapa Sejarawan Islam Nusantara dan juga beberapa Ahli Nasab yang konsen akan perkembangan Nasab di Nusantara ini, hanya saja mungkin tidak banyak orang yang menyadari atau mengetahui akan hal ini, kebanyakan lebih banyak “menikmati” sejarah Walisongo. Tulisan-tulisan itu bahkan sudah lebih dulu ada sebelum polemik tentang Azmatkhan muncul  dalam beberapa tahun ini.


Lantas bagaimana bisa timbul kembali nama tersebut dalam beberapa tahun ini? Padahal jelas-jelas nama tersebut, nyaris kurang terdengar gaungnya dalam sejarah Islam Nusantara. Apakah tidak terasa aneh dan berlebihan  jika orang Jawa, Sunda, Sulawesi, Kalimantan tiba-tiba dibelakang nama mereka tertera gelar Azmatkhan? Apakah tidak menjadi ejekan ketika mereka disamakandengan bintang-bintang film India? Oleh karena itu demi untuk mengetahui apa itu Azmatkhan, dibawah ini kami akan uraikan tentang sejarah nama tersebut.


 

Sunday, March 1, 2015

Fenomena Ustadz Maulana

Jika guru itu di gugu dan di tiru, maka logikanya terlebih lagi itu seorang ustadz. Adanya kehebohan netizen terhadap tersebarnya foto aksi ustadz Maulana di Masjid Agung Khaerah Ummah Kolaka yang seperti tengah beraktobatik di tangga mimbar, sempat membuat saya pribadi terhenyak. Ada apa ini? Apa yang sebenarnya sedang terjadi?


Foto-Ustadz-Maulana-di-atas-mimbar-640x411



Bagaimanapun situasinya dan apapun materi dakwah yang disampaikan hendaknya dilakukan dengan mengindahkan adab dan kesantunan. Sehingga dalam kaidah agama dikenal istilah Al-adab fauqol ilm, adab itu berada di atas ilmu.




Mimbar dari sebuah masjid adalah simbol kehormatan dari para ulama, karena dari sanalah para ulama pada umumnya menyampaikan ilmu-ilmu dan nasehatnya kepada jema'ah. Aksi-aksi yang tidak patut dan berkesan tidak mendidik serta merendahkan derajat orang lain pada hakekatnya bukanlah ciri dari keulamaan seorang ustadz yang harusnya tampil menyejukkan dan penuh dengan ilmu serta etika.


Saya menyesalkan kejadian tersebut dan berharap dapat segera mendapatkan konfirmasi dari yang bersangkutan atas aksi yang menimbulkan fitnah dikalangan umat tersebut.


Sudah saatnya masyarakat serta insan pertelevisian jeli dalam mengundang dan menampilkan ustadz ketengah publik. Ustadz --dalam defenisi yang diterima oleh masyarakat kita-- merupakan bagian dari ulama. Dan ulama sendiri adalah pewaris dari para Nabi. Jadi, seorang ustadz harusnya terlebih dahulu meniru sikap dan akhlak dari Nabi, bukan malah merusak kemuliaannya.


Salam dari Palembang Darussalam.
01 Maret 2015


Armansyah Azmatkhan.
Diposting pertama kali di Facebook, 01 Maret 2015