Friday, May 8, 2015

Smartphone dan do'a

Jaman sekarang ini, banyak handphone yang mahal dan canggih. Tapi, alat komunikasi yang paling ampuh tetap saja ... DO'A!


Berdo'a kepada siapa? Tentu do'a hanya kepada Allah Azza Wajalla.


Allah berfirman:




Ud'uni astajib lakum | Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu (Sumber: al-Qur'an surah al-Mu'min [40] ayat 60)




Salam dari bumi Jakabaring, Palembang Darussalam.
Waktu Dhuha, 08.10 WIB
16 April 2015


Original posted: https://www.facebook.com/armansyah/posts/10153160483918444



Ujian Negara dan pertanggung jawaban akhirat

Jika ada guru yang memberikan kunci jawaban atas soal-soal ujian tertentu kepada siswanya, maka sang guru saat itu sebenarnya sudah melakukan minimal 2 kejahilan. Pertama guru itu sedang merendahkan dirinya dihadapan murid-muridnya, kedua sang guru menghina para murid itu sendiri.


Bagaimana tidak demikian, seorang guru itu filosinya adalah orang yang digugu dan ditiru. Ia contoh keteladanan bagi peserta didiknya. Guru adalah sosok yang dihormati serta disegani, mereka sumber ilmu, tempat para murid belajar.


Jika lalu ada kasus guru membocorkan soal ujian nasional bahkan sampai menyiapkan berbagai kunci jawaban dari sejumlah soal dengan kode berbeda, maka pada saat itu juga integritas sang guru secara serta merta jatuh dihadapan para murid yang ia ajar selama bertahun-tahun.


ilustrasi_bocoran_ujian



Semua pengajaran sang guru terkait akhlak, kejujuran hingga moralitas dan kedisiplinan lainnya cuma omong kosong. Mentah oleh perilakunya sendiri yang tidak terpuji. Guru sudah tidak punya lagi harga diri didepan para muridnya sehingga apapun yang nantinya disampaikan terkait integritas dan akhlakul karimah tidak akan pernah dapat diterima oleh murid-murid mereka.




Jika orang barat sana ada pepatah mengatakan like father like son maka kita juga punya pepatah serupa: jika guru kencing berdiri maka murid kencing berlari. Tidak heran Indonesia sekarang bertambah centang prenang. Mudah-mudahan pemimpin bangsa kita dalam kedudukan yang lebih tinggi lagi juga tidak mengajarkan contoh sebagai pribadi munafik agar kelak tidak bertambah parah kehancuran moral anak negeri ini.


Selanjutnya, dengan membocorkan dan memberikan kunci jawaban atas soal-soal ujian nasional, sang guru juga sudah menghina intelektualitas murid-muridnya sendiri. Para murid harusnya marah dengan kelakuan tersebut. Murid punya hak untuk membuktikan dirinya sebagai sosok yang cerdas dan bangga telah mengerjakan ujian secara jujur dan kesungguhan belajar yang optimal. Murid berhak atas kesempatan menjadi insan penuh integritas dihadapan semua orang, dari gurunya, dari sahabatnya, dari orang tuanya bahkan dihadapan Allah Azza Wajalla Tuhan semesta alam.


Jika jawaban soal telah dijawabnya sendiri oleh sang guru, maka kemuliaan seperti apa yang bisa diharapkan dari muridnya? Ia hakekatnya bukan sedang membantu tetapi justru sedang menjerumuskan para murid kedalam kerendahan moral, keburukan akhlak, hingga mendidik mentalitas munafik. Na'udzubillahi mindzalik.


Ingatlah bila nilai diatas kertas itu kelak akan dipertanggungjawabkan dipengadilan Allah di Yaumil Mahsyar. Nilai murid serta gaji para guru yang menjadi oknum tidak terpuji ini patut dipertanyakan kehalalannya disisi-Nya. Wallahua'lam bisshawab.


Semoga Ujian Nasional tahun ini berjalan sukses, penuh dengan kejujuran dan integritas dari para guru dan muridnya. Aamiin.


Jelang Maghrib waktu Palembang,
15 April 2015.
Sukabangun 2.


Armansyah, M.Pd.


Catatan: Gambar hanya ilustrasi.
Original posted:
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10153158989873444&set=a.10150222596188444.336520.727558443&type=1.



Tak ada arwah penasaran!

Islam tidak mengenal adanya istilah mati ngantu alias orang yang sudah meninggal kemudian arwahnya gentayangan menghantui orang yang masih hidup karena diduga mati penasaran. Mau orang itu mati dibunuh, mati bunuh diri, mati kecelakaan atau apapun bentuk kematiannya maka it's over. Tak akan pernah bisa balik lagi menyebrang alam barzakhnya kedunia fana ini.


Jika anak Adam sudah mati selesai sudah hidupnya diatas dunia ini. Jika kemudian muncul penampakan yang menyaru orang yang sudah mati, maka dia bukan arwah dari orang itu sendiri namun hanya permainan Jin nakal.




Banyak acara yang berjenis paranormal-activity di stasiun televisi kita akhir-akhir ini yang membodohi akidah. Ada tempat yang dianggap angker alias keramat lalu sipembawa acara atau sang dukun mulai berkata bahwa disitu dulu ada orang yang mati penasaran sehingga sampai hari ini masih suka menampakkan diri pada manusia yang hidup.


Jika dia tidak membawa-bawa agama, tidak pula menggunakan atribut agama tertentu terkait Islam didalam aktivitas kedukunannya maka itu haknya. Tetapi ketika mereka seolah menampilkan diri sebagai wakil Islam, maka perlu diluruskan agar akidah umat tidak menjadi rusak.


Jakabaring Palembang, 15 April 2015.
Armansyah


Original Posted:
https://www.facebook.com/armansyah/posts/10153158706508444



Berbuat salah itu fitrah manusia...

Dalam hidup terkadang kita kerap berbuat dosa dan berbuat salah, meski seringkali hati kita justru telah menyadarinya namun tetap juga dijalani. Itulah artinya kita manusia biasa. Tak ada yang sempurna, olehnya jangan mencari kesempurnaan pada diri manusia. Kesempurnaan hanya miliknya Allah Azza Wajalla.


Berbuat salah adalah wajar, kebijaksanaan biasanya lahir dari kesalahan meski demikian jangan pula kita merasa senang saat berbuat dosa. Nabi bersabda:


اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ




Ittaqillaha haitsu maa kunta wa'atbi'is-sayyiatal hasanata tamkhuha wa kholiqinnasi bi khuluqin hasan | Bertaqwalah kepada Allah di mana saja engkau berada dan iringilah suatu perbuatan dosa dengan kebaikan, ia pasti akan menghapuskannya dan bergaullah sesama manusia dengan akhlaq yang baik (Hadist Riwayat Tirmidzi)


Setiap kali kita berbuat salah, cepatlah istighfar lalu berbuatlah hal yang baik. Mudah-mudahan kesalahan kita tadi dapat tertutup dengan amal sholeh yang kita kerjakan.


Aamiin.


Jelang Dzuhur di Jakabaring, 15 April 2015
Mgs. Armansyah Azmatkhan, M.Pd


Original Posted:
https://www.facebook.com/armansyah/posts/10153158543193444



Berjilbab tapi kelakuan masih kurang Islami...

Jika kita melihat ada muslimah yang berjilbab tetapi kelakuannya belum sesuai, yang salah ya perbuatannya. Tak perlu diminta lepas jilbabnya. Muslimah tetap wajib berjilbab meski masih punya banyak kekurangan.


Samalah seperti laki-laki tetap wajib sholat 5 waktu, sholat jum'at, puasa Romadhon dan lain-lainnya meskipun masih punya banyak kekurangan. Kewajiban agama tidak bisa gugur hanya karena ada kekurangan pada akhlaknya seseorang. Seperti yang pernah saya tulis di status terdahulu, ilmu akhlak itu bukan ilmu yang instan, dia mengalami proses serta tahapan. So, don't get rush to judge a book by its cover.




Ditengah rinai hujan subuh hari, 15 April 2015
Palembang Darussalam, 03.04 wib


Armansyah Sutan Sampono Azmatkhan, M.Pd


Original posted: 
https://www.facebook.com/armansyah/posts/10153157823133444



Antara ilmu dan air

Fitrahnya air mengalir dari dataran tinggi menuju dataran rendah. Begitupun ilmu, ia sesuatu yang tinggi nan mulia. Untuk mendapatkan ilmu itu, rendahkan hati kita agar ia dapat mengalir dan mengisi celah-celah ruang yang hampa dari pengetahuan. Keluar dari semua kejahilan serta kejumudan berpikir.


Sukabangun 2, Palembang 14 April 2015
Armansyah, M.Pd


Original Posted: 


https://www.facebook.com/armansyah/posts/10153156962113444

Ingatlah 5 perkara sebelum datang 5 perkara

Alhamdulillah, segarnya curahan air semesta.


ilustrasi_kesegaran



Sungguh benar sabda Rasulullah saw berikut:


اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ



“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara :
[1] Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu,
[2] Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu,
[3] Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu,
[4] Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,
[5] Hidupmu sebelum datang kematianmu.”

(HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya, dikatakan oleh Adz Dzahabiy dalam At Talkhish berdasarkan syarat Bukhari-Muslim. Hadits ini dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shogir)




Beberapa waktu lalu saya sempat diberikan ujian berupa sakit, selama 7 hari lebih harus bedrest karena didiagnosa terkena typhus. Makan tak enak, tidur tak lelap apa lagi untuk bersentuhan dengan air. Membayangkan dinginnya saja sudah bergidik. MasyaAllah. Benar-benar, nikmat-Nya yang mana yang dapat kita dustakan?




OPI Jakabaring, Palembang Darussalam.