Saturday, July 4, 2015

Proyek Pemikiran dan Dekonstruksi Agama

Ketika suatu pemikiran bernuansa politik, aktifitasnya hampir tidak beda dari gerakan politik. Media grafis, media elektronik, film, musik, aksi sosial dan berbagai media lainnya menjadi kendaraan mereka. Pemikiran bukan di dakwahkan, tapi "dijual" ketengah masyarakat untuk suatu kepentingan, jika jualannya ternyata kurang laku maka dipoles dengan berbagai pencitraan dengan sasaran kaum awam yang mudah dikelabui.


Ketika pemikiran bernuansa politik, pernyataan tentang suatu gagasan selalu bermakna ganda. Antara ucapan, ungkapan atau pernyataan bisa berbeda dari makna yang dimaksud. Bahkan terkadang, makna yang sudah mapan di dekonstruksi sehingga menjadi bermakna baru. Maka dilahirkanlah misalnya istilah-istilah semacam Islam Nusantara, Islam Liberal, Islam Aswaja, Islam Wahabi dan sejenisnya.


Muncullah jargon-jargon seperti tidak ada kebenaran mutlak, tidak ada yang berhak menyalahkan pemikiran orang lain, tidak ada yang bisa mencegah kemungkaran. Tidak ada lembaga atau kelompok yang boleh mengeluarkan fatwa-fatwa keagamaan. Baik buruk, salah benar tergantung kepada individu. Semua bebas!.


Sahabatku, inilah 'politik pemikiran'. Jika target ini tercapai, maka paham teologi global (global theology) atau teologi dunia (world theology) akan menemukan jalannya menembus semua agama dan keyakinan. Inilah sebenarnya kepentingan 'politik pemikiran' itu. Ketika argumentasi mereka tentang kebebasan menafsirkan agama dengan sebebas-bebasnya mulai nampak lemah, misalnya, mereka akan berkelit dan berlindung di bawah prinsip-prinsip HAM. Oleh sebab itu penting untuk merubah serta menggugat hal-hal tertentu kepada institusi HAM disuatu negeri.


Ketika ide feminisme tidak bisa mendekonstruksi fiqih Islam, mereka justru akan menggunakan dalih perlunya persamaan dan pemberantasan penindasan dan pelecehan terhadap wanita bahkan saat ini juga mengarah kepada kaum banci penggemar homoseksual serta lesbianisme laknatullah. Targetnya sama saja, agar di masyarakat tidak ada lagi yang mempunyai otoritas. Tidak ada yang bisa berkuasa karena agama dan agar agama tidak mengisi ruangan publik.


Banyak LSM, Ormas dan semacamnya dewasa ini tidak lagi berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, tapi lebih kepada "pembaratan" masyarakat. Proposal proyek untuk "mengekspor" kemiskinan masyarakat ke Negara-negara Barat tidak laku lagi.


Sementara proposal untuk menjual paham masyarakat sipil, demokrasi, gender, liberalisme, pluralisme agama, multikulturalisme dan semacamnya tidak lagi mencari bantuan Barat, tapi dicari-cari Barat untuk dibantu. Bahkan yang paling keras mengkritik ajaran Islam dan tradisi pemikiran Islam serta membawa gagasan-gagasan "aneh" kini mudah mendapat dana dan beasiswa dari Barat.


Inilah barangkali yang disindir al-Baqarah (Q.S. 2:41, 79, 173), Ali Imran (Q.S. 3:77,187, 199), al-Mai'dah (Q.S. 9:44), al-Tawbah (Q.S. 9:9) dan al-Nahl (Q.S. 16: 95). sebagai "menjual" ayat-ayat Tuhan dengan harga murah.


Catatan 18 Ramadhon 1436H/ 05 Juli 2015
Diambil dari “Proyek” Politik Pemikiran oleh Hamid Fahmi Zarkasyi (2010) dengan sejumlah perubahan disana-sini oleh Mgs Armansyah.


Palembang Darussalam.
Armansyah

Ayat al-Qur'an dalam fakta ilmiah

bigbang_expansiuniverse

51_47

Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya (Sumber: al-Qur'an surah Adz-Dzariyat[ 51] ayat 47)


langitmawarmerah

55_37

Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak. (Sumber: al-Qur'an surah Ar-Rahman [55] ayat 37).


 

 

Bikin dosa tapi malah dapat rezeki (keteladanan dari Rasul)

ejadian dosa tapi menggelikan dan berakhir rezeki.... Subhanallah. Setelah membaca riwayat ini, begitu indahnya ajaran Islam itu dan betapa agung serta arifnya Rasulullah. Bagaimana bisa orang-rang melakukan fitnah atas diri beliau yang mulia itu.




Seorang laki-laki datang kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wasalam lalu berkata; "Celaka aku." Beliau bersabda: "Apa yang menjadikan engkau celaka?" dia berkata; "Aku telah bersetubuh dengan istriku di siang hari ramadlan."


Beliau bersabda: "Apakah engkau mempunyai seorang budak (untuk dibebaskan)?" "Tidak." Jawabnya.


Beliau bersabda: "Mampukah engkau jika harus puasa selama dua bulan berturut-turut?" "Tidak", Jawabnya.


Beliau bersabda: "Mampukah engkau jika harus memberi makan enam puluh fakir miskin?" "Tidak", jawabnya.


Beliau bersabda: "Duduklah." Maka didatangkanlah kepada beliau sekeranjang besar berisi kurma. Beliau bersabda: "Bersedekahlah dengan ini." Dia berkata; "Tidak ada orang yang paling miskin di antara dua lembah ini kecuali aku."Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasalam tertawa, lalu beliau bersabda: "Berikanlah ini kepada keluargamu." (Kisah ini terdapat pada Musnad Imam Ahmad no hadist 6989).




Teladan apa yang dapat kita ambil? Coba bandingkan sama kita sajalah.


Jangan-jangan itu orang kita hardik, udahlah miskin, makan juga susah eh bikin dosa lagi, dosanya yang nikmat pula buat dia, pas diminta menebus pelanggarannya itu dengan cara mengganti berpuasa 2 bulan berturut-turut ia gak mampu, diminta ngasih makan fakir miskin sebanyak 60 orang apalagi.... sini tak gebuk dulu deh panjenengan...hahaha.... MasyaAllah, ini tidak demikian faktanya. Sama Rasul orang itu malah dikasih sekeranjang kurma dan disuruhnya untuk diberikan sama keluarganya itu dirumah. Luar biasa sekali indahnya keteladanan beliau.


Kajian singkat, Sabtu siang 17 Romadhon 1436H.


Armansyah.



Friday, July 3, 2015

Kiat menghadapi masalah

Hidup selalu punya masalah, jika tidak ingin menghadapi masalah ya jangan hidup. Begitu kira-kira kata-kata yang cenderungnya berupa olokan. Ya kita sudah kepalang hidup dan tak mungkin harus bunuh diri hanya karena masalah datang menghadang. Kita hanya perlu kiat-kiatnya saja untuk memperingan tingkat resiko dari masalah yang timbul.


Berikut saya tulis sejumlah kiatnya yang saya cuplik dari Aa' Gym dengan beberapa penambahan komentar pribadi disana-sini:




1. Siap



Siap tak siap ya harus siap dalam menghadapi segala kemungkinan. Disinilah lapangan ujian mental kita untuk menjadi kuat dan semakin dewasa.





2. Ridho



Ketika berada pada episode hidup yang sulit, menyakitkan, penuh luka dan kecewa, belajarlah untuk arif dan rela. Berdamailah dengan keadaan. Lapangkan dada kita serta usahakan kendalikan kemarahan.




3. Jangan mempersulit diri



Sebuah pepatah bijak mengatakan bila efek rasa sakit dari suatu luka itu dikarenakan kita mendramatisasi luka itu sendiri. Sebagian besar penderitaan kita adalah hasil dari sugesti yang keliru dari pikiran dan perasaan kita sendiri. Kejadian kecil kita tanggapi secara berlebihan sehingga menjadikannya seolah kejadian yang besar. Orang tidak tersenyum melihat kita langsung kita simpulkan bahwa orang itu sedang marah atau membenci diri kita, padahal boleh jadi ia sedang tidak dapat tersenyum karena sedang radang gusi atau melamun ketika ia melihat kita.




4. Evaluasi diri



Saat kita menunjuk orang dengan satu jari kedepan, maka empat jari lainnya kembali kepada diri kita. Artinya, cobalah kita merenung, bermuhasabah, introspeksi diri, mungkin ada khilaf, mungkin ada dosa, mungkin kurang sedekah, mungkin kurang ramah, mungkin tak pernah peduli, mungkin tak pernah berbagi atau malah mungkin tak pernah bersyukur selama ini sehingga Allah memberikan masalah kepada kita sebagai media kembali kepada-Nya




5. Hanya Allah satu-satunya penolong



Tak ada satu kejadianpun yang dapat terjadi tanpa seizin dari Allah. Sekecil apapun itu, jika Allah sudah berkehendak maka ia pasti terjadi. Sebaliknya, sebesar apapun itu namun jika Allah tidak menginginkannya untuk terjadi, maka pasti kita akan terhindar dari musibah. Inilah salah satu letak pentingnya fondasi Tauhid dalam iman Islam kita.


Dalam surah At-Tholaq ayat 2 dan 3 Allah berfirman : Barang siapa yang bersungguh-sungguh mendekati Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar bagi setiap urusannya dan akan diberi rezeki dari tempat yang tidak disangka-sangka. Dan siapa saja yang bertawakkal kepada Allah, niscaya akan dicukupkan seluruh kebutuhannya.


Semoga bermanfaat,
Dari bumi Jakabaring, Jum'at, 03 Juli 2015
Armansyah.



Sebaik-baiknya aku, masih lebih baik kamu...

Seorang sahabat beberapa waktu lalu mengajarkan pesan bijak untuk bermuhasabah diri terkait dosa dan amal sholeh: "Sebaik-baiknya aku, masih lebih baik kamu. Seburuk-buruknya kamu, masih lebih buruk aku". Allahu Akbar.


Semoga kita tetap menjadi pribadi yang merunduk, hamba Allah yang taat dalam kepatuhannya kepada sang Maha Pencipta karena memang tak ada yang perlu kita sombongkan didunia ini, aib kita banyak, dosa kita menumpuk, cuma karena belas kasih Allah saja semua tidak terungkap kepada semua orang.




Jikapun kita saat ini punya harta, punya kedudukan,memiliki ilmu pengetahuan, kemampuan .... bahkan kita memiliki nyawa yang sekarang sedang bersarang didalam badan maka ingatlah bahwa itu semua sejatinya adalah milik Allah. Semua pasti akan diminta-Nya kembali, semua akan ditagih pertanggung jawabannya.


Alangkah ruginya diri yang tak pernah mau menyesali waktunya yang terbuang hanya untuk urusan duniawi dan melalaikan ukhrowinya padahal kita pasti akan mati. Fisik ini cuma sekedar menanti antrian giliran untuk dikafankan dan ditanam.


Palembang 16 Romadhon 1436H.
Hamba Allah, Dzurriyat Rasul-Nya.
Mgs. Armansyah Azmatkhan Ba'alawi Al-Husaini



Kita dan al-Qur'an

Sebagian orang malas membaca al-Qur'an padahal didalamnya terdapat petunjuk untuk hidup didunia dan mempersiapkan bekal buat akhiratnya.


Sebagian orang merasa tidak punya waktu untuk membaca al-Qur'an meskipun dia selalu punya waktu untuk membaca buku-buku keduniawiyan lainnya, padahal buku-buku itu ditulis oleh manusia sedangkan al-Qur'an adalah kalam Allah.


Sebagian orang merasa tidak sanggup belajar al-Qur'an karena sulit katanya, padahal terbata-bata dalam membacanyapun dihitung dengan ganjaran pahala, apalagi sampai mengamalkannya.




Lalu... dimanakah posisi kita.... apakah kita ada disebagian orang tersebut tadi?


‪#‎introspeksi‬


Armansyah. Palembang
14 Romadhon 1436H.



Romadhon, kesabaran dan jihad

Romadhon adalah bulan suci karena didalamnya diturunkan wahyu al-Qur'an yang menjadi the final revelation as a guidance for the human being. Romadhon adalah bulan kontemplasi diri sebab umat diperintahkan untuk dapat mengendalikan dirinya tidak hanya terhadap perilaku yang harom namun juga mengendalikan sejumlah perbuatan halal hingga tiba batas waktunya.


Meski demikian, Romadhon tidak dapat menjadi alasan untuk mencegah diri dari beramar ma'ruf nahi munkar. Kadang orang sengaja menyusupkan pemahaman keliru tentang makna kesabaran dibulan romadhon. Faktanya sesuai sirah Nabawiyah dan tarikh para Khilafah justru ada sejumlah peperangan suci yang notabene dilakukan pada bulan Romadhon. Artinya apa?




Romadhon juga bulan jihad terhadap kejahatan, ketidakadilan serta ketidakbenaran. Jihad dapat diwujudkan dalam bentuk fisik seperti di Suriah, Gaza, Rohingya dan sejumlah tempat lainnya, jihad dapat pula dimaknai dalam bentuk aktivitas seperti menyedekahkan harta, tenaga, waktu, ilmu dan pikiran demi kemaslahatan umat dan terminimalisirnya ekses negatif yang bisa ditimbulkan oleh para pelakunya.


Armansyah, 13 Romadhon 1436H
Palembang Darussalam.