edisi Jum'at 12 April 2013
Tema Khutbah : “Ujian Nasional dan kejujuran santri”.
Linknya : http://www.4shared.com/mp3/k34Q2Yf5/13-04-12-12-12-42.html
Linknya : http://www.4shared.com/mp3/k34Q2Yf5/13-04-12-12-12-42.html
Oleh : Armansyah
Banyaknya ketidakpuasan masyarakat pencinta Sandiwara Radio Saur Sepuh atas penayangan cerita Brama Kumbara 2013 produksi PT. Genta Buana Paramitha oleh pihak Indosiar per 15 januari 2013 telah menjadi sebuah sorotan tersendiri oleh semua pihak, tidak terkecuali oleh Bapak Indra Mahendra sendiri selaku penata musik dan sutradara dari Legenda Sandiwara Radio di tahun 80-an itu.
Berikut saya tampilkan pernyataan beliau yang dimuat dalam group Facebook "Saur Sepuh Karya Niki Kosasih" :
Bagi rekan-rekan yang curious ingin tahu banyak tentang cerita asli Brama Kumbara (Saur Sepuh) versi Sandiwara Radionya, maka silahkan merujuk linknya kesini :
http://arsiparmansyah.wordpress.com/2013/01/10/musik-latar-sandiwara-radio-saur-sepuh/
Kisah Asli Brama Kumbara
Oleh : Armansyah
Sebagai salah satu anak bangsa yang pernah hidup dijaman 80-an, tentu sandiwara radio bukan hal yang asing buat saya. Kala itu saya masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD) sekitar kelas 4 atau 5 (persisnya saya lupa tapi kurang lebihnya ya begitu). Ada banyak cerita yang bisa didenar dari Sandiwara Radio itu, mulai dari cerita tentang jaman kerajaan, cerita para wali, cerita anak, dongeng sampai kisah drama percintaan modern.
Sebut saja beberapa judul yang ada waktu itu seperti Saur Sepuh, Ibuku Sayang Ibuku Malang, Misteri dari Gunung Merapi, Butir-Butir Pasir dilaut, Tutur Tinular, Babad Tanah Leluhur, Bende Mataram, Keris Gandrung Arum.
Dari semua sandiwara radio itu, Saur Sepuh adalah sandiwara radio yang menjadi Master of the Legend atau legenda terbesar dari sandiwara radio yang pernah ada dijaman-jaman itu. Saur Sepuh merupakan karya asli dari Niki Kosasih (almarhum) yang bercerita tentang perjalanan seorang pendekar sakti mandraguna bernama Brama Kumbara yang kelak menjadi raja disalah satu kerajaan diwilayah kulon yang bernama Madangkara.
Link rekaman Khutbah saya, Jum'at 01 Pebruari 2013 dengan judul: "Matematika Hidup". Sebuah ajakan untuk berintropeksi diri masing-masing atas ibadah yang selama ini sudah dilakukan. Mencakup juga himbauan saya untuk tidak merayakan valentine bagi generasi muda Islam dan berbaik sangka dalam menyikapi kasus LHI (Luthi Hassan Ishaq) yang sedang hangat-hangatnya dimedia massa.
Oleh : Armansyah
Berikut adalah link rekaman dari Khutbah 'Iedul Adha 1409H/ 1989 almarhum ayahanda saya di Masjid Al-Mukhlis Palembang. Sebuah rekaman lawas namun penuh dengan pesan yang masih tetap uptodate untuk kita sepanjang masa, sebab semua yang disampaikan adalah pesan-pesan Islam yang universal.
Maaf jika kualitas suaranya agak kurang bagus, kasetnya juga sudah lumayan lama dan mulai berjamur.
Bagian Pertama (Side A) :
http://www.4shared.com/mp3/dr_5KXDO/khutbah-pp1.html
Bagian Kedua (Side B) :
http://www.4shared.com/music/MqqTdLkG/khutbah-pp2.html
Oleh : Armansyah
Sahabat 80-an....
Catatan saya kali ini tidak berkaitan dengan diskusi keagamaan apapun, tetapi saya ingin sedikit berbagi kenangan masa lalu. Masa dimana radio masih menjadi sebuah device yang sangat dimanja dan diperhatikan. Jaman sinetron dipertelevisian yang serba vulgar, pamer kekayaan dan hal-hal materialistis plus pornografi bahkan belum lahir seperti saat ini. Itulah jaman jaya-jayanya Sandiwara Radio.
Ya, tahun 80-an adalah era emas dari eksistensi sandiwara radio. Kita betah berlama-lama duduk manis didepan radio yang waktu itu semua frekwensinya masih ada dititik AM hanya untuk mendengarkan cerita-cerita silat dan drama tertentu. Sebut saja misalnya sandiwara radio berjudul : Saur Sepuh, Tutur Tinular, Babad Tanah Leluhur, Gandrung Arum, Bende Mataram, Mahkota Mayangkara, Sabda Pandita Ratu, Misteri dari Gunung Merapi, Butir-butir pasir dilaut, Ibuku Sayang Ibuku Malang dan sebagainya.