Wednesday, November 22, 2017

Dajjal (Revisi Catatan Kekinian)

Dalam teologi Islam khususnya berkenaan dengan nubuat akhir jaman, --meski tak ada dalam satu ayat al-Qur'anpun-- terdapat informasi tentang kedatangan Dajjal. Hadist-hadist yang bercerita mengenai ini jumlahnya cukup banyak dan redaksinya bervariatif.

Eksistensi Dajjal tersebut cukup sering dipahami dalam bentuk dan wujud makhluk tertentu yang bermata satu (bahkan entah dapat darimana pula referensinya, kadang ilustrasinya ada yang ditambah dua tanduk dikepalanya). Selain bermata satu, Dajjal digambarkan memilki kekuatan supernatural dimana ia mampu mengelabui pandangan orang sehingga api terlihat bagaikan air dan air terlihat bagaikan api.

Dajjal mampu menghidupkan orang mati, mematikan orang hidup, menyuburkan pedataran yang tandus dan sejumlah hal-hal yang disifati adikodrati lainnya.

Sepintas lalu bila kita mengabaikan pemahamannya secara kritis, maka tidaklah heran membaca hadist-hadist terkait Dajjal pasti langsung mengimajinasikannya kedalam bentuk wujud makhluk tertentu. Apalagi bila membaca rujukan tambahan terkait kedatangan Imam Al-Mahdi dan juga Nabi 'Isa al-Masih, tak ayal imaginasi sering mengantarkan ilustrasi kedalam dua sosok superhero bertempur melawan seekor monster yang ganas nan hebat.

Namun benarkah Dajjal ini adalah berupa sosok makhluk individual tertentu layaknya monster Doomsday dalam film Batman V Superman? Atau bak monster-monster dalam film-filmnya Ultraman hingga Megaloman?





Saya tidak melihatnya demikian.

Bahasa al-Qur'an dan Hadist terkadang banyak yang bersifat metafora. Berbentuk kiasan. Termasuk dalam hal Dajjal ini. Saya lebih menafsirkannya sebagai sebuah sistem yang diterapkan secara tidak adil khususnya terhadap komunitas Islam (bisa terhadap sebuah negara Islam maupun orang per-orangnya dari kaum Muslimin). Kepincangan cara pandang itulah yang disifati dalam inisial satu mata. Siapapun bisa melihatnya meski ia buta huruf sekalipun.

Akibat ketidak adilan ini maka siapapun yang memandang sistem tersebut akan dapat dengan mudah mengetahui bila ia merupakan suatu tatanan anti agama, anti kebenaran dan pastinya anti terhadap Islam. Disinilah penyifatan kata kafir pada kening Dajjal dalam berbagai hadist yang tersiar.

Sistem anti Islam ini dapat memanipulasi data dengan semua perangkat hukum, teknologi serta kekuasaan yang mereka miliki sehingga apa yang benar menjadi terlihat batil, sebaliknya sesuatu yang batil terlihat sebagai kebenaran.

Banyak orang terkecoh dengan rekayasa tersebut sehingga mereka menjatuhkan dirinya kedalam nilai-nilai tidak benar, bergabung dalam barisan kelompok kebatilan, kelompok penista agama, kelompok anti Islam sementara beberapa dari mereka masih berpikir bila pilihan sikapnya itu justru ada diatas jalan Tuhan. Ketika ayat-ayat al-Qur'an yang berupa hukum muhkamat dipelintir oleh kelompoknya sehingga menimbulkan gerakan perlawanan dari pejuang-pejuang kebenaran, dari para ulama, para ahli ilmu, mereka (yaitu orang-orang tadi) justru berada bersama barisan orang-orang yang menistakan al-Qur'an. Mereka mencemooh para pendekar kebenaran sebagai orang-orang tak ada kerjaan, orang-orang ekstrim, teroris dan berbagai sebutan penistaan lainnya.

Inilah api yang terlihat bagaikan air sementara mereka justru menghindar dari air yang sesungguhnya, yaitu air kebenaran.

Siapa yang mengingkari sistem ini bersiaplah untuk berhadapan secara frontal dengan budak-budak Dajjal yang menjadi operator misinya. Fitnah akan dihembuskan dengan sejuta satu pembenaran, baik berupa video, audio hingga kesaksian-kesaksian verbal. Pendeknya dijebak oleh sebuah permainan konspirasi tingkat tinggi. Bila dia negara Islam maka artinya dia siap untuk di invasi secara militer, di embargo secara ekonomi bahkan pimpinannya harus siap pula untuk ditembak mati atau diturunkan secara paksa seperti nasib Presiden Mursi di Mesir, Saddam Husain di Irak, Moammar Qhadafi di Libya hingga Erdogan di di Turki. Bila jalan-jalan ini tidak dimungkinkan untuk terjadi maka mempengaruhi orang-orang terdekat yang berkuasa menjadi pilihan. Ujungnya semua lawan politik ditangkap dengan tuduhan ini dan itu serta cepat maupun lambat kekuasaan berhasil diraih secara otoriter.

Rekayasa teknologi saat ini mampu menghadirkan cuaca buatan sampai tsunami palsu yang menghancurkan. Daerah yang kering dan tandus dapat "disulap" dengan perangkat teknologi menjadi penuh buah, subur, dingin... ibaratnya mereka menciptakan heaven in hell.

Armansyah, 22 Nop 2017
Ditulis ulang dengan beberapa perbaikan redaksi dan konteks politik kekinian dari tulisan-tulisan lawas pribadi tahun 2007a

Friday, June 23, 2017

Membongkar Fitnah rekayasa video HRS & Penari Telanjang

Setelah heboh dengan isyu chat mesum yang diduga sebagian orang tertentu telah dilakukan oleh FH dan Habib Rizieq (meskipun secara ilmiah pembuktian hal ini sesungguhnya sangat lemah sekali seperti yang telah kita bahasa beberapa waktu lalu), baru-baru ini publik digegerkan kembali dengan keberadaan sebuah video dimana Habib Rizieq seolah tengah menari bersama seorang penari striptis ditonton oleh sejumlah jemaah beliau.

Entah siapa yang mempublikasikannya pertama kali, namun video itu ternyata telah menjadi viral kemana-mana. Bahkan Cak Nun (Emha Ainun Nadjib) menurut pemberitaan telah juga ikut dikirim video itu melalui aplikasi WhatsApp beliau. Wallahua'lam.

Sepintas lalu, dalam pandangan mata orang awam, boleh jadi video tersebut tampak real. Seakan-akan memang benar terjadi. Tetapi tidak bagi seorang praktisi IT dan Telematika. Ibarat dalam kasus penyaliban Nabi 'Isa, maka kejadian tersebut hanyalah subbihalahum alias diserupakan, disamarkan, dipalsukan dalam pandangan mata. Tetapi pada hakekatnya hal yang terjadi tidaklah seperti itu adanya.

Semua contoh dalam tulisan ini beranjak dari video rekayasa yang digunakan untuk memfitnah Habib Rizieq. Digunakan dalam rangka pembuktian secara ilmiah bila memang video striptis yang beredar itu bukanlah real alias memang sebuah rekayasa dari musuh-musuh Islam untuk menjatuhkan citra dan wibawa ulama, khususnya dalam kasus ini : Habib Rizieq.

Sebelumnya, saya minta maaf bila dalam pembuktian dari perspektif IT disini akan menampilkan contoh perempuan dengan aurat terbuka. Semoga Allah mengampuni kesalahan kita tersebut. Semua semata-mata hanya untuk membuktikan mana yang haq dan mana yang batil agar fitnah tidak terus berkembang ditengah umat Islam. InsyaAllah.

Baik kita mulai saja.... video yang viral dan tersebar luas di berbagai media sosial termasuk WhatsApp group itu adalah berikut ini :

https://www.youtube.com/watch?v=UpgpnRMQVXQ
Tampak dalam video diatas bagaimana seorang penari perut atau striptis seolah berada diatas panggung yang sama dengan Habib Rizieq dan mereka berdua terkesan sedang menari bersama.

Tapi tahukah anda bahwa video itu sebetulnya rekayasa. Sebab video asli Habib Rizieq yang ada dalam video fitnah itu adalah sebagai berikut :

https://www.youtube.com/watch?v=cBYJYcfc0Ps
Nah lalu bagaimana video penari striptis ini? jawabnya diambil dari channel youtube Juan Sillero (link : https://www.youtube.com/user/TheJuansillero). Berikut adalah video asli penari tersebut :

https://www.youtube.com/watch?v=ORfPH7lnCV0
Video tersebut diupload oleh Juan Sillero 3 tahun lalu di channelnya.



Jika anda tidak dapat mengaksesnya karena sesuatu dan lain hal, saya telah membuat backup di channel saya :

https://www.youtube.com/watch?v=lF2gvFkDa1c
Video penari striptis ini pada dasarnya adalah salah satu contoh modelling dalam pembelajaran video dengan teknik Greenscreen yang ditampilkan oleh Juan Sillero dalam channel youtubenya tersebut. Selain video penari striptis itu, ada beberapa lagi video yang sejenis dapat kita temukan di channelnya termasuk contoh tokoh-tokoh hero seperti Spiderman, Superman atau tokoh kocak Mr. Bean.




Penggunaan Greenscreen sendiri jamak dilakukan dalam rekayasa perfileman Hollywood, seperti misalnya dapat anda lihat dalam video berikut :

https://www.youtube.com/watch?v=v7hytvoYWxc
Saya sendiri pernah mendapat pelatihan teknik greenscreen ini beberapa tahun lalu di Pustekkom Jakarta.




Untuk mengolah greenscreen ini sendiri tidak terlalu sulit. Bahkan dengan ponsel Android biasapun setiap orang dapat melakukannya. Salah satu aplikasi yang dapat digunakan misalnya adalah KineMaster seperti contoh berikut :




Berikut kita coba gunakan teknik yang sama untuk membongkar kasus video rekayasa yang telah memfitnah Habib Rizieq ini :




Contoh setelah jadi videonya :

https://www.youtube.com/watch?v=Mkn6-8cuQgw
Contoh lain :

https://www.youtube.com/watch?v=NQLOYdwzWNE
Bagaimana? Apakah anda masih mau percaya dengan video Habib Rizieq yang disisipi oleh penari striptis tersebut? Hati-hatilah dalam menilai dan menghakimi ulama... mereka adalah warosatul 'anbiya. Hanya setan yang tidak menyukai para kekasih Allah. Apakah anda salah satunya? 

Semoga Allah masih memberi pelaku pembuat video fitnah ini waktu untuk bertobat dan kembali kejalan yang benar.

Catatan tambahan : Kinemaster bukan satu-satunya aplikasi yang dapat digunakan untuk mengintegrasikan video berlatar belakang hijau (greenscreen) kedalam video lain yang berbeda. Masih banyak aplikasi lain diluar Kinemaster, misalnya diantaranya adalah ZS4 Video Editor, Virualdub, VSDC Free Video Editor, Wax, iMove, Filmora dan sebagainya.

Armansyah
Praktisi IT

28 Romadhon 1438H/23 Juni 2017
Palembang Darussalam.

Wednesday, June 21, 2017

Metadata

Kali ini kita akan bicara tentang metadata. Apasih sebetulnya metadata file itu?

Saya pribadi hampir mengartikannya sebagai DNA dari sebuah file. DNA sendiri kependekan dari Deoxyribo Nucleic Acid. Ini sejenis asam yang pasti ada didalam diri manusia. Asam tersebut menyimpan seluruh informasi biologis tentang genetika dari manusia itu sendiri. Dari DNA ini juga seseorang misalnya bisa diketahui siapa orangtuanya dan lain-lain terkait.

Nah metadata file artinya informasi tentang file atau an electronic "fingerprint"-lah kira-kira.

Disini file apapunlah itu pasti ada metadatanya. Hanya saja ada metadata yang utuh dan ada yang tidak utuh lagi. Metadata file yang utuh akan menampilkan informasi terkait tanggal pengambilan foto/pembuatan dokumen berikut info jam, merk kamera yang digunakan bila file tersebut memiliki format foto/image dan lain-lain.

Istilah metadata sendiri sebetulnya pada awalnya sering digunakan dalam literature tentang database management systems (DBMS) untuk menggambarkan informasi yang diperlukan untuk mencatat karakteristik informasi yang terdapat pada pusat data. "Kebetulan" mata kuliah Database ini yang saya asuh dalam sebagian besar perkuliahan saya. Sehingga kiranya bila sekarang saya berbicara tentang metadata atau istilah lainnya adalah Exif (Exchangeable image file format) dari sebuah file atau dokumen tidaklah berlebihan. Apalagi tesis S2 sayapun khusus terkait Database itu sendiri.

Sekarang bila kita kembalikan pembicaraan kita pada kasus yang diduga melibatkan Habib Rizieq dan Firza sebagaimana telah diopinikan sedemikian rupa oleh para media sekuler anti Islam demi menjatuhkan wibawa dan citra ulama dimata umat, komentar saya kali ini dalam kaitan metadata file screenshot yang diduga percakapan keduanya tersebut sama seperti komentar saya yang lalu ketika mengomentari prematurnya dakwaan kejahatan terhadap mereka dengan cuma bermodalkan sebuah screenshot yang pada dasarnya dapat dibuat dengan mudah menggunakan aplikasi fake di playstore.

What does it mean?
Metadata is useless for screenshot images. And even if you can prove that the screenshot accurately shows what was on the screen at the time, what's to say that the application displaying what you took a screenshot of is legitimate? We could easily make an application that displays an image, and take a screenshot of that as I told you before. Isn't it?


Sebuah file hasil screenshot tidak mengandung informasi detil terkait seperti file hasil tangkapan kamera secara langsung. Status sebuah file screenshot sama seperti file gambar yang telah di edit atau direkayasa dengan menggunakan aplikasi tertentu seperti photoshop dan sejenisnya.

Ditambah, metadata file sendiri sekarang sudah dapat dirubah-rubah dengan mudah menggunakan aplikasi dari playstore. Persis sama mudahnya dengan membuat percakapan palsu yang dikesankan dilakukan via whatsapp lalu dinisbatkan terhadap seseorang.

Tak perlu latar belakang pendidikan tinggi untuk melakukannya. Temanya tetap sama : Awam boleh, goblok jangan.

Berikut pada status ini saya lampirkan beberapa contoh aplikasi perubah metadata yang dapat diunduh bebas dari playstore yang ada di Android, serta beberapa alamat situs yang dapat digunakan untuk memeriksa metadata sebuah file.




Buktikan sendiri dan jangan hanya membeo apa yang dikatakan orang lain... apalagi sampai ikut-ikutan memfitnah ulama.

Saya menggunakan sebuah foto dimana Metadata asli saya lampirkan lalu foto yang sama saya rubah metadatanya dengan menggunakan aplikasi "Photo Exif Editor Pro" yang versi litenya dapat di unduh bebas dari Playstore.





Piece of cake.






Kemudian untuk mengecek sebuah metadata secara online (terlepas apakah metadata itu betul-betul masih asli ataukah sudah direvisi dengan maksud dan tujuan tertentu) anda bisa menggunakan alamat berikut : https://29a.ch/photo-forensics/#exif-meta-data dan http://exif.regex.info/exif.cgi (diluar kedua alamat situs ini masih banyak lagi penyedia online lain yang memungkinkan kita mengecek metadata dari sebuah file).

18620344_10155230535593444_183651995091044627_n
Dengan demikian maka saat ini faktanya untuk menjadikan sebuah foto apalagi itu screenshot sebagai bukti dari kasus kejahatan yang diduga telah dilakukan oleh Habib Rizieq sangat prematur bahkan lemah. Jangan sampai kita ditertawakan oleh negara lain hanya karena masalah ini. Lebih-lebih pula dari sisi lainnya sumber dari screenshot yang diopinikan tersebut justru berasal dari anonymous atau tidak diketahui.

Maaf seribukali maaf, dalam jurnal ilmiah, kajian-kajian ilmiah atau seminar ilmiah... bila anda menggunakan sumber anonymous maka anda akan ditertawakan... syukur-syukur tidak ditendang keluar ruangan. Jangankan sumber anonymous ... lah menggunakan Wikipedia selaku rujukan dalam skripsi atau thesis pun posisinya sama dengan menggunakan blog dan status facebook selaku referensi : terlarang atau sangat tidak disarankan.

Kenapa terlarang? karena blog dan media sosial tidak dapat divalidasi akurasi serta pertanggungan jawab contentnya. Wikipedia bisa ditulis oleh siapa saja, tidak ada filter atau persyaratan tertentu terhadap orang-orang yang akan membuat rintisan tulisan tentang sesuatu hal disana.

Sudahlah jangan terus mempermalukan hukum dinegara ini, kasus chat yang didakwakan pada Habib Rizieq sudah sewajarnya dihentikan prosesnya sebab memang secara ilmiah ditinjau dari sudut keilmuan IT maka ia ibarat mendirikan benang basah. Tak punya sandaran kekuatan yang dapat dijadikan argumen kebenaran yang dihujjahkan.

Stop kriminalisasi ulama.


Palembang, 24 Mei 2017
Jelang Romadhon 1438H

Mgs. Armansyah, S.Kom, M.Pd

NB. Untuk yang mau reshared demi pencerahan dan edukasi publik silahkan selama tidak merubah, mengganti ataupun merevisi kata-kata dalam status asli sehingga terjadi penyimpangan makna dan pengertian dimasyarakat.

Di published di Facebook pertama kali 24 Mei 2017
https://web.facebook.com/armansyah/posts/10155230193663444

Fake WhatsApp

Dalam posting kali ini saya ingin kembali memberi pencerahan pada mereka yang masih awam tentang percakapan palsu whatsapp.


Sebagaimana wawancara saya dengan sejumlah media, saya menyampaikan bila screenshot percakapan mesum yang diduga dilakukan antara Habib Rizieq dengan Firza terlalu prematur untuk dijadikan barang bukti tuduhan kejahatan pada keduanya.


Disini saya berbicara bukan dalam posisi ustadz atau pendakwah agama namun sebagai seorang Dosen/Praktisi IT.


Sesuai UU No. 15 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 1 butir 2 bahwa Dosen memiliki tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat maka sebagai seorang Dosen dibidang IT saya terpanggil secara moral untuk memenuhi undang-undang tersebut.


Bahwa dalam status terdahulu saya juga sampaikan banyak sekali aplikasi yang dapat membuat percakapan palsu ala whatsapp di internet dan di unduh secara bebas oleh siapapun juga.


Bila kita punya handphone bersistem Android maka aplikasi tersebut dapat dijumpai di Playstore. Jumlahnya banyak bukan hanya satu atau dua aplikasi.


Pada lampiran status ini saya menyertakan sejumlah contoh aplikasi yang tersedia di playstore tersebut dengan contoh penerapan langsung kedalam bentuk fake conversation antara saya (Armansyah) dengan Habib Rizieq yang lalu saya screenshot.


Cukup cari foto Habib Rizieq yang di inginkan di mesin pencari Google lalu simpan di local device dan tempatkan foto tersebut sebagai profile di fake chat. Selanjutnya atur juga profile lawan bicaranya, mau diri kita sendiri atau orang lain sehingga berkesan seakan itu memang dialog dua arah dari dua orang berbeda yang dilakukan di whatsapp.



 



 


Piece of cake... seperti saya tulis sebelumnya,


sesungguhnya tidak perlu latar belakang pendidikan tinggi


untuk membuat percakapan imajinasi semacam itu.



Aplikasi-aplikasi ini dibuat oleh penciptanya sebetulnya untuk sekedar have fun saja. Olehnya tidak untuk digunakan sebagai alat penipuan atau kejahatan lainnya. Memang disayangkan bila aplikasi semacam itu dapat diunduh bebas di playstore. Tapi mau bagaimana lagi, mungkin pihak Google punya alasan dan kebijakannya sendiri sehingga membiarkan aplikasi-aplikasi tersebut boleh di unggah di layanan playstore mereka.






Alhasil sebagai kesimpulan, terlalu dini untuk menyatakan sebuah screenshot whatsapp adalah bukti yang bernilai pasti benar dari sebuah kejahatan. Apalagi tuduhan kejahatan tersebut diarahkan pada ulama yang notabene sebagai warosatul 'anbiya, pewaris para Nabi.


Berhenti menggiring opini menyesatkan yang seakan-akan screenshot tersebut pasti benar sehingga dapat dijadikan barang bukti kasus kejahatan. Alat bukti itu harus dibuktikan dulu dan diuji serta dianalisa agar betul-betul diketahui validitasnya.


Pada status selanjutnya insyaAllah kita akan bahas dari sudut pembuktian metadata sebuah file.


Untuk yang ingin mereshared status ini atau memviralkannya ulang sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat agar melek terhadap perkembangan Teknologi Informasi, saya persilahkan.


Wahyu pertama yang diterima Rasulullah adalah Iqro. Baca. Karenanya mari jangan malas belajar.


Awam Boleh Goblok Jangan.


Mgs. Armansyah, S.Kom, M.Pd
Dosen dan Praktisi IT


Tulisan ini pertama kali dipublished di Facebook, 22 Mei 2017
https://web.facebook.com/armansyah/posts/10155224157443444

Wednesday, June 14, 2017

Analisa file audio yang diklaim suara FH

File itu aslinya diberi nama Cipika Cipiki... durasi 3 menit 39 detik dibuat oleh seseorang dengan inisial nn16 pada 28 Januari 2017. Pukul 22:50:00 dengan extension file MOV (nama filenya sendiri Yahud.mov).

Padahal audio asli dari WA adalah Opus bukan MOV yang merupakan format dari Apple QuickTime. Dan namanya audio ya tidak ada image atau berbentuk video.

Jadi jelas file tersebut sudah mengalami proses rekayasa konversi dari aslinya (entah betul dari format OPUS atau dari format audio lainnya seperti MP3, AU dan sebagainya) yang ditambahkan lagi obyek gambar serta teks.


Noted analisa sederhana saya ini.
14 Juni 2017 00:10 WIB | Revisi penambahan foto bukti analisa pukul 07.35 WIB 14 Juni 2017

Dishared pertama kali via Timeline Facebook dengan link https://web.facebook.com/armansyah/posts/10155293095858444

Armansyah, S.Kom, M.Pd
Dosen & Praktisi IT














Friday, November 25, 2016

Setiap kita adalah Guru...

Setiap kita adalah guru...
Oleh. Armansyah


Selamat Hari Guru Nasional, 25 November 2016 kepada para guru, dosen dan ulama/ustadz.


Pada hakekatnya setiap orang dari kita adalah guru. Orang yang memberikan keteladanan, orang yang mengajarkan ilmu.


Hanya saja ada guru formal yang bekerja pada sebuah instansi tertentu ada juga guru non formal. Ada guru dengan status keprofesian khusus serta ada juga guru dalam bentuk multi profesinya.


Saat kita membuang sampah sembarangan, ada anak kecil yang melihat lalu meniru perbuatan kita itu, maka saat itu kita sudah menjadi guru dari sang anak.


Saat kita marah dan menghardik orang tua... dilihat sama anak-anak dan nanti pada waktunya mereka akan melakukan hal yang sama juga, maka saat itu kita adalah guru bagi anak-anak tersebut,


Jadi... benarlah sabda Rasulullah bahwa setiap kita adalah pemimpin dan setiap kita akan diminta pertanggungan jawab atas kepemimpinan kita.


Minimal kita adalah pemimpin untuk diri kita sendiri... kita adalah guru bagi diri kita. Disadari atau tidak.... diakui ataupun tidak...


Olehnya, ulama -- menurut Rasulullah-- ada juga ulama yang baik dan ulama yang buruk. Dalam pengertian kebahasaan, ulama itu adalah kumpulan orang-orang yang berilmu pengetahuan tinggi dan orang yang mengajarkan ilmunya.


Sehingga ada orang yang berilmu dan mengajarkan ilmu batil (ilmu yang salah/ilmu sesat/keteladanan buruk) pada orang lain, begitupula ada orang yang sebaliknya.


Jadi, sekali lagi... selamat hari guru bagi semuanya.
Teruslah belajar untuk menjadi sosok guru, sosok dosen dan sosok pendidik yang baik... yang memberikan uswatun hasanah pada orang lain. Yang memberikan ilmu bermanfaat. Karena sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.


Hindari perbuatan-perbuatan tidak terpuji apalagi sampai bermulut sampah sebagaimana si ahok sang penista agama.... manalah benar seorang pejabat punya kelakuan dan ucapan penuh kekejian, sumpah serapah yang kalimat-kalimatnya dipenuhi oleh nama-nama kebun binatang dan kotoran.


Entah bagaimana ceritanya dia bisa lolos verifikasi mental dulunya... sedangkan untuk melamar sebagai karyawan saja kita mesti melampirkan SKCK .... hadeeh. Ya sudahlah, mari kita jadikan dia sebagai contoh buruk yang tidak layak dipilih dan diteladani.


Sebuah hadist saya lampirkan pada kesempatan kali ini...




Sunan Darimi 223: Ibnu Mas'ud pernah berkata: 'Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda kepadaku: Hendaklah kalian belajar ilmu, dan ajarkanlah kepada manusia, pelajarilah ilmu fara`idl dan ajarkanlah kepada manusia, pelajarilah Al Qur`an dan ajarkanlah kepada manusia, karena aku seorang yang akan dipanggil (wafat), dan ilmu senantiasa akan berkurang sedangkan kekacauan akan muncul hingga ada dua orang yang akan berselisih pendapat tentang (wajib atau tidaknya) suatu kewajiban, dan keduanya tidak mendapatkan orang yang dapat memutuskan antara keduanya".



Salamun 'ala manittaba al-Huda.


Armansyah, S.Kom, M.Pd,
Guru, Dosen sekaligus Murid


Tulisan asli : https://web.facebook.com/armansyah/posts/10154648424678444

Hukum Demo menurut Islam

Banyak umat Islam masih belum memahami hukum aksi (demonstrasi) dalam pandangan Islam. Apakah aksi (demonstrasi) diperbolehkan atau dilarang? 


Nah, bicara masalah demonstrasi haruslah dalam tinjauan ta`shili (mendasar), dibahas berdasarkan qawa'id ushul dan fiqh yg ada.


Kalau dituduh demonstrasi tak pernah ada dalam sejarah Islam maka orang itu perlu piknik lagi ke buku-buku sejarah.


Demonstrasi besar pernah dilakukan para fukaha Hanbaliyyah dan Syafi'iyyah yg dipimpin oleh Abu Ishaq Asy-Syirazi di Bagdad menuntut ditutupnya tempat maksiat.


Di tahun yg sama juga terjadi demo besar menuntut ditangkapnya penghina sahabat yg dibekingi seorang kepala polisi di Bagdad. Itu di abad keempat hijriyyah yg direkam oleh Ibnu Al-Jauzi dalam kitab Al Muntazham fii Tarikh Al Muluk wa Al Umam vol. 16 hal. 139


Juga demo besar yg dipimpin oleh Ibnu Taimiyah untuk menangkap penghina Nabi yg karena itulah dia menulis buku pertamanya, Ash-Sahrim Al Maslul.


Itu kalau bicara sejarah, belum lagi bicara fikihnya. Kalaupun dia mengakibatkan dampak negatif, maka harus dilakukan pemeriksaan illat dan tahqiq al manath, bagaimana kalau illatnya hilang.


Kalau begitu keadaannya berarti dia pada dasarnya mubah dan bisa berubah hukum sesuai perubahan dampak.
=====================================


Juga ada hadits yg diriwayatkan oleh An-Nasa`iy dalam al kubra, Al Baihaqi juga dalam al kubra serta Ath-Thabari dalam Tahdzib Al-Atsar:


أخبرنا قتيبة بن سعيد قال نا سفيان عن الزهري عن عبد الله بن عبد الله بن عمر عن إياس بن عبد الله بن أبي ذباب قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : لا تضربوا إماء الله فجاءه عمر فقال قد ذئر النساء على أزواجهن فأذن لهم فضربوهن فطاف بآل رسول الله صلى الله عليه و سلم نساء كثير فقال النبي صلى الله عليه و سلم لقد طاف بآل محمد صلى الله عليه و سلم الليلة سبعون امرأة كلهم يشتكين أزواجهن ولا تجد أولئكم خياركم


Dari Iyas bin Abdullah bin Abi Dzubab yg berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Jangan kalian memukul para hamba wanita Allah.


MAka datanglah Umar mengadukan kelancangan para istri kepada suami sehingga Rasulullah mengizinkan untuk memukul. Lalu datanglah para wanita beramai-ramai di rumah Nabi hingga akhirnya beliau berasbda, "Malam ini telah berkerumun 70 orang wanita di rumah keluarga Muhammad mengadukan tindakan suami mereka. Sesungguhnya para suami itu bukanlah orang terbaik diantara kalian."


Ada orang berusaha melemahkan istidlal dgn hadits tujuh puluh sahabiyyah yg mengadukan suami mereka kepada Nabi dgn alasan haditsnya mursal karena Iyaz bin Dzubab tabi'i tapi dia dikuatkan oleh Ummu Kaltsum binti Abi Bakar yg juga mursal, sehingga kedua mursal ini saling menguatkan.


Jawabnya, hadits ini ternyata tidak mursal karena terbukti bahwa Iyas bin Abdullah bin Abi Dzubab adalah shahabi sebagaimana yg dikatakan oleh Abu Hatim dan Abu Zur'ah. Bahkan dikuatkan lagi leh riwayat Ummu Kultsum yg mursal sehingga hadits ini menjadi shahih.


Kedua, dia katakan bahwa ini qiyas tidak tepat karena yg terjadi kala itu adalah demo tanpa koordinasi, sedangkan yg sekarang ada koordinasi.


Lah, kalau yg tanpa koordinasi atau spontan saja boleh maka yg terkoordinasi, ada korlapnya, ada pemberitahuan ke aparat dan sebagainya tentu lebih boleh lagi. Justru ini adalah mafhum muwafaqahnya. Maka orang itu perlu belajar lagi menggunakan qiyas.


Kalau kemudian muncul argumen bahwa pendalilan dgn kisah shohabiyat tersebut sangat tidak cocok dgn makna demontrasi mengingat mereka datang bukan untuk aksi protes. tapi sebatas mengadukan suaminya pada Rasulullah, maka  itulah dia yg dinamakan demo, memprotes dan mengadukan kezaliman suami mereka kepada penguasa, persis dgn yg mau dilakukan ummat terhadap Ahok mengadukan tindakan Ahok kepada pihak berwenang agar dia ditangkap persis dgn apa yg dilakukan Abu Ishaq Asy-Syriazi dan Ibnu Taimiyah


Sekali lagi, datangnya para wanita tersebut berdemo mengadukan tindakan suami mereka kepada Rasulullah masuk ke dalam salah satu bentuk demonstrasi mengadukan nasib kepada pemimpn agar mendapat keadilan. Itu termasuk salah satu bentuk demonstrasi menurut istilah.






ابن تيمية يشترك في المظاهرة؟؟
قال ابن كثير في (( البداية والنهاية )) ج 17 ص 665-666 ط هجر :


[وَاقِعَةُ عَسَّافٍ النَّصْرَانِيِّ]


كَانَ هَذَا الرَّجُلُ مِنْ أَهْلِ السُّوَيْدَاءِ قَدْ شَهِدَ عَلَيْهِ جَمَاعَةٌ أَنَّهُ سَبَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَقَدِ اسْتَجَارَ عَسَّافٌ هَذَا بِابْنِ


أَحْمَدَ بْنِ حَجِّيٍّ أَمِيرِ آلِ عَلِيٍّ، فَاجْتَمَعَ الشَّيْخُ تَقِيُّ الدِّينِ ابْنُ تَيْمِيَةَ، وَالشَّيْخُ زَيْنُ الدِّينِ الْفَارِقِيُّ شَيْخُ دَارِ الْحَدِيثِ، فَدَخَلَا عَلَى


الْأَمِيرِ عِزِّ الدِّينِ أَيْبَكَ الْحَمَوِيِّ نَائِبِ السَّلْطَنَةِ، فَكَلَّمَاهُ فِي أَمْرِهِ، فَأَجَابَهُمَا إِلَى ذَلِكَ، وَأَرْسَلَ لِيُحْضِرَهُ، فَخَرَجَا مِنْ عِنْدِهِ وَمَعَهُمَا


خَلْقٌ كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ، فَرَأَى النَّاسُ عَسَّافًا حِينَ قَدِمَ وَمَعَهُ رَجُلٌ مِنَ الْعَرَبِ، فَسَبُّوهُ وَشَتَمُوهُ، فَقَالَ ذَلِكَ الرَّجُلُ الْبَدَوِيُّ: هُوَ خَيْرٌ


مِنْكُمْ. يَعْنِي النَّصْرَانِيَّ، فَرَجَمَهُمَا النَّاسُ بِالْحِجَارَةِ، وَأَصَابَتْ عَسَّافًا، وَوَقَعَتْ خَبْطَةٌ قَوِيَّةٌ، فَأَرْسَلَ النَّائِبُ، فَطَلَبَ الشَّيْخَيْنِ ابْنَ


تَيْمِيَةَ وَالْفَارِقِيَّ، فَضَرَبَهُمَا بَيْنَ يَدَيْهِ، وَرَسَمَ عَلَيْهِمَا فِي الْعَذْرَاوِيَّةِ، وَقَدِمَ النَّصْرَانِيُّ، فَأَسْلَمَ وَعُقِدَ مَجْلِسٌ بِسَبَبِهِ، وَأَثْبَتَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ


الشُّهُودِ عَدَاوَةً، فَحَقَنَ دَمَهُ، ثُمَّ اسْتَدْعَى بِالشَّيْخَيْنِ فَأَرْضَاهُمَا وَأَطْلَقَهُمَا، وَلِحَقِّ النَّصْرَانِيُّ بَعْدَ ذَلِكَ بِبِلَادِ الْحِجَازِ، فَاتَّفَقَ قَتْلُهُ


قَرِيبًا مِنْ مَدِينَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَتَلَهُ ابْنُ أَخِيهِ هُنَالِكَ، وَصَنَّفَ الشَّيْخُ تَقِيُّ الدِّينِ ابْنُ تَيْمِيَةَ فِي هَذِهِ الْوَاقِعَةِ


كِتَابَهُ " الصَّارِمَ الْمَسْلُولَ عَلَى سَابِّ الرَّسُولِ ".




Apakah Ibnu Taimiyah tidak tahu atau tak kuasa ketika dia diikuti massa?


Di sini kita nukilkan dari kitab Al-Muqtafa 'ala Kitab Ar-Raudhatain, atau Tarikh Al-Birzali jilid 2 hal. 363.
Pada yg saya beri garis merah jelas saat Ibnu Taimiyah dan Al-Fariqi melaporkan masalah Nashrani yg menghina Rasulullah itu mereka diikuti oleh jumlah massa yg besar. Kalau mau dikatakan mereka tak punya kuasa setidaknya mereka bisa melarang massa untuk mengikuti mereka, atau menyampaikan hujjah bahwa apa yg mereka lakukan itu tidak betul karena termasuk muzhaharah, beramai-ramai mendatangi penguasa.



Tapi pada faktanya, mereka membiarkan jumlah massa yg besar itu mengikuti mereka menuju istana Najmuddin Aibak Al-Hamawi.



Kemudian pulangnya terjadilah provokasi oleh si arab badui yg menyebabkan si Assaf yg menjadi pelindung Nashrani penghina Rasulullah itu dipukul.


Tapi tak sedikitpun Ibnu Taimiyah menyalahkan massa yg terbakar emosi kala itu.



Kemudian di akhir paragraf bahasan ini Al-Birzali juga menyebutkan bahwa massa menyalahkan sikap Najmuddin Aibak yg terkesan menyalahkan massa dan kedua syekh ini. Lalu Adz-Dzahabi dalam kitab Tarikh Al Islam mencoba menganalisa perbuatan Aybak itu disebabkan karena ta'assub kesukukan karena sesama orang Turki. Entah benar atau tidak analisa Adz-Dzahabi tersebut yg jelas NAjmuddin Aybak telah berlebihan yg seharusnya menghukum penista Nabi malah menghukum yg memukul pelindungnya.


Memang fi'il ulama itu bukan dalil hanya menunjukkan bahwa hal itu biasa terjadi tanpa pengingkaran dan itu menunjukkan mereka membolehkah. Dengan kata lain tulisan ini sifatnya hanya membantah orang yg mengatakan bahwa demonstrasi itu tidak pernah terjadi di masa-masa awal Islam. Dalam hal ini kalau mau main usul fikih, maka dalilnya adalah istish-hab haal, maka yg dipertanyakan mana dalil yg melarang perkara itu padahal itu adalah 'aadah, bukan ta'abbudiyyah.


Jadi hukum demo tidak bisa melihat perkasus, tapi dibahas dulu berdasarkan kaidah usul fikih yg ada terutama kaidah Al-Istish-haab. Untuk masalah ibadah dicari dalil yg mensyariatkan. Untuk masalah dunia dicari dalil yang melarang. Kalau tak ada yg melarang maka boleh pada asalnya. Namun yg boleh bisa berubah jadi haram tergantung efeknya, dan efek bisa berbeda antara kasus satu dgn yg lain.


Masalah baik dan buruk efek yang timbul dari sebuah demo akhirnya itu menjadi relatif dan belum bisa mengubah hukum asal demonstrasi yg merupakan adat dan setiap adat itu mubah sampai ada landasan kuat melarangnya. Atau yg dalam bahasa usul fikih sekali lagi disebut tahqiq manath.


Di sinilah perlunya kita menentukan dulu illat dari masalah ini apa? kemudian alaqah yg dipakai dalam qiyas itu dianggap mutastsir atau tidak tergantung pada illat apa yg kita bahas. Nah larangan dalam demo ini sendiri illatnya apa?


Kalau yg dijadikan illat adalah adanya kumpul-kumpul menyuarakan aspirasi maka yg dilakukan semua sahabiyyah itu adalah berkumpul menyuarakan satu aspirasi yg sama, itu malah bukan qiyas lagi tapi madlul. Maka, adanya kesepakatan atau koordinasi di awal ataupun tidak tidak berpengaruh (mu`atstsir) pada berbedanya hukum yg akan dihasilkan.


Demo/unjuk rasa utk mendorong pemerintah/ulil amri utk menuntut dan menghukum pelaku penistaan agama sdh sesuai dgn konstitusi dan diatur dlm UU, dikawal oleh aparat, apalagi didukung oleh ulil amri (para ulama jg ulil amri). Mari kita juga harus dapat menghormati para ulama di MUI, ormas2 islam besar, mereka tentu punya keilmuan dan kapasitas, tidak akan mungkin mereka berani melakukan sebuah amaliyah jika tidak yakin dapat dibenarkan secara syari'at. Disamping itu mereka jg punya hubungan dekat dgn jajaran aparat dan pemerintah.


Apapun yg terjadi dalam akhir sebuah kasus aksi demo maka itulah namanya haditatsatul 'ain, dan tak mengubah hukum asal demo yg MUBAH itu !!! Misalnya aksi damai demo 411, diujungnya seakan dikesankan menjadi ricuh sehingga terjadi tembakan gas air mata dan peluru karet dari aparat kearah peserta aksi damai. Maka kejadian ini tidak lantas merubah hukum asal demo yang mubah.


Toh dmo yg dilakukan penduduk Bagdad menangkap penghina sahabat dan Abu Ishaq Asy-Syirazi tak berlangsung ricuh. Demo di masa Ibnu Taimiyah ricuh tapi Ibnu Taimiyah tak menyalahkan pendemo. Demo menuntut berlakunya UU perkawinan tahun 1974 memakan banyak korban tapi alhamdulillah dgn itu UU tersebu berlaku hingga kita bisa nikah secara Islam. Demo menentang pelarangan jilbab era 80-an banyak memakan korban tapi setelah itu alhamdulillah bebas kita pakai jilbab di sekolah negeri sampai hari ini.


Disarikan dari diskusi dan status maya Ustadz Anshari Taslim, Lc.